
Pantau - PT PLN (Persero) melalui program Electrifying Agriculture (EA) berhasil meningkatkan produktivitas petani bawang di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, hingga dua kali lipat sekaligus menekan biaya operasional hingga 74 persen.
Efisiensi Biaya dan Lonjakan Produksi
Petani bawang di Desa Telle, Sirajudin, menyebut penggunaan listrik menggantikan pompa diesel membawa perubahan signifikan dalam proses pertanian.
“Dulu pakai pompa diesel, setiap hari harus cari BBM dulu agar bisa penyiraman kebun bawang. Kalau tidak ada BBM, ya tidak bisa jalan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya membutuhkan sekitar 300 liter bensin per siklus panen dengan biaya mencapai Rp3,9 juta, namun kini hanya memerlukan sekitar 500 kilowatt hour (kWh) listrik atau sekitar Rp1 juta.
“Sekarang lebih mudah, listrik selalu ada. Apalagi kami menghemat 74 persen biaya operasional. Tidak perlu repot lagi cari BBM. Tinggal nyalakan pompa, air langsung mengalir. Produksi juga jauh meningkat,” ujarnya.
Produksi bawang yang sebelumnya berkisar 500 hingga 700 kilogram per panen kini meningkat menjadi sekitar satu ton berkat pemanfaatan listrik untuk pompanisasi dan penerangan yang membantu mengurangi hama.
Dukungan Pemerintah dan Dampak Program
Program EA menghadirkan listrik melalui fasilitas Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) berdaya 5.500 Volt Ampere untuk mendukung pengairan lahan pertanian.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengapresiasi program tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan.
"Ini adalah langkah konkret dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas komitmen dan inovasinya dalam menghadirkan listrik yang tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan sektor pertanian hingga ke pelosok," katanya.
Program ini dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan bakar minyak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





