HOME  ⁄  Geopolitik

Konflik Timur Tengah Tekan Industri Jepang, Produksi Maret 2026 Turun 0,5 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Konflik Timur Tengah Tekan Industri Jepang, Produksi Maret 2026 Turun 0,5 Persen
Foto: (Sumber: Ilustrasi Jepang. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Kinerja industri Jepang pada Maret 2026 tercatat turun 0,5 persen dibanding bulan sebelumnya akibat dampak konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan bahan baku industri.

Gangguan Impor dan Penutupan Selat Hormuz

Penurunan ini dipicu terganggunya pasokan nafta sebagai bahan utama industri kimia setelah penutupan efektif Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Sektor bahan kimia menjadi yang paling terdampak dengan kontraksi 8,6 persen akibat turunnya produksi polietilena, karet sintetis, dan etilena.

Seorang pejabat Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang menyatakan, "Dengan memanfaatkan persediaan, pengiriman produk petrokimia utama tetap tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, dan tingkat pasokan tetap terjaga."

Produksi minyak bumi dan batu bara juga turun 7,7 persen, meski disebut dipengaruhi faktor teknis penyesuaian musiman.

Prospek Industri Masih Berfluktuasi

Kementerian mempertahankan penilaian bahwa kondisi industri masih berfluktuasi tanpa arah yang jelas meskipun sebelumnya mengalami revisi penurunan 2,0 persen pada Februari.

Produksi otomotif turut melemah akibat penurunan ekspor ke kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, pemerintah Jepang memperkirakan produksi akan kembali meningkat masing-masing 2,1 persen pada April dan 2,2 persen pada Mei.

Namun ekonom memperingatkan tekanan terhadap industri masih berlanjut karena ketidakpastian pembukaan kembali jalur Selat Hormuz dan gangguan pasokan energi global.

Pemerintah Jepang menyatakan tetap mampu menjaga pasokan minyak melalui cadangan domestik dan sumber alternatif.

Penulis :
Aditya Yohan