HOME  ⁄  Nasional

BNPB dan Bappenas Dorong Indonesia Jadi Produsen Teknologi Kebencanaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BNPB dan Bappenas Dorong Indonesia Jadi Produsen Teknologi Kebencanaan
Foto: (Sumber: Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati, Direktur Operasional ADEXCO Andrian W. Cader, dan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Implementasi Kemandirian Inovasi Teknologi dan Industrialisasi Kebencanaan di Jakarta, Kamis (30/4/2026). ANTARA/HO-BNPB.)

Pantau - Pemerintah melalui BNPB dan Kementerian PPN/Bappenas mendorong Indonesia bertransformasi dari pengguna menjadi produsen teknologi kebencanaan guna memperkuat kemandirian nasional dalam menghadapi risiko bencana pada 30 April 2026 di Jakarta.

Dorongan ini disampaikan dalam Seminar Nasional Implementasi Kemandirian Inovasi Teknologi dan Industrialisasi Kebencanaan.

“Integrasi data dan koordinasi lintas sektor masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat guna memastikan respons yang lebih cepat dan efektif saat bencana terjadi,” ujar Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati.

Tantangan Integrasi dan Penguatan Sistem

Raditya menekankan pentingnya pergeseran pendekatan penanggulangan bencana dari responsif menjadi preventif berbasis risiko.

Penguatan sistem peringatan dini serta peningkatan kapasitas masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun ketangguhan nasional.

Ia juga menyoroti masih lemahnya integrasi data dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian “Road to ADEXCO 2026” yang akan digelar pada September mendatang.

Akselerasi Industrialisasi dan Dukungan Kebijakan

Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan bahwa isu kebencanaan harus menjadi bagian utama dalam perencanaan pembangunan nasional.

“Pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan ketahanan terhadap risiko bencana,” ujarnya.

Direktur Operasional ADEXCO Andrian W. Cader menilai tantangan utama terletak pada belum terhubungnya inovasi dengan industri.

“Masalah kita bukan kekurangan ide atau teknologi, tetapi inovasi tidak terhubung dengan industri dan tidak masuk ke rantai produksi. Kita harus naik kelas menjadi produsen, bahkan pemain utama,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya penyelarasan kebijakan, percepatan hilirisasi riset, serta dukungan pembiayaan melalui insentif pajak dan peran pemerintah sebagai pembeli utama.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong Indonesia memproduksi sistem peringatan dini secara mandiri hingga menembus pasar ekspor.

Penulis :
Aditya Yohan