
Pantau - Nilai tukar rupiah melemah 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.346 per dolar AS pada perdagangan terbaru, turun dari posisi sebelumnya Rp17.326 per dolar AS.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan rupiah ke level Rp17.378 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.324.
Tekanan Geopolitik Picu Pelemahan
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bersiap memperpanjang blokade angkatan laut terhadap Iran.
"Kekhawatiran atas skenario tersebut diperparah oleh laporan bahwa beberapa eksekutif minyak Amerika terkemuka bertemu dengan Trump di Gedung Putih untuk membahas bagaimana membatasi dampak konflik terhadap masyarakat Amerika," ungkapnya.
Blokade tersebut dinilai berpotensi mendorong Iran untuk terus memblokir Selat Hormuz sebagai bentuk balasan terhadap tekanan militer.
Gangguan di Selat Hormuz memiliki dampak signifikan karena jalur tersebut menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Laporan menyebutkan lalu lintas kapal di kawasan tersebut telah melambat sejak pemblokiran oleh Iran pada akhir Februari 2026.
Faktor Global dan Kebijakan The Fed
Presiden Trump juga disebut tengah berupaya membentuk koalisi internasional untuk membuka kembali jalur Selat Hormuz, meski sejumlah sekutu utama dilaporkan menolak bergabung.
Ia turut mengecam anggota NATO yang dinilai tidak memberikan dukungan militer kepada Amerika Serikat dan Israel dalam konflik tersebut.
Sementara itu, perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu nuklir dilaporkan belum mencapai kesepakatan meskipun gencatan senjata telah diperpanjang tanpa batas waktu.
Selain faktor geopolitik, dinamika internal di bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve juga memengaruhi pergerakan pasar.
Disebutkan bahwa Ketua The Fed Jerome Powell menyinggung isu independensi lembaga tersebut yang dinilai berada dalam risiko akibat tekanan politik.
- Penulis :
- Leon Weldrick





