HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Ancam Konfrontasi Jika Blokade AS Berlanjut, Mohsen Rezaei Ungkap Skenario Konflik Baru

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Iran Ancam Konfrontasi Jika Blokade AS Berlanjut, Mohsen Rezaei Ungkap Skenario Konflik Baru
Foto: Arsip foto - Sebuah kapal tanker terlihat di Selat Hormuz setelah gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, Rabu 8/4/2026 (sumber: Anadolu/Shady Alassar)

Pantau - Penasihat militer senior Iran Mohsen Rezaei menyatakan blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat terhadap Iran akan gagal dan memperingatkan potensi konfrontasi jika langkah tersebut terus berlanjut.

Pernyataan Keras Iran soal Blokade

Pernyataan itu disampaikan Rezaei dalam siaran televisi pemerintah Iran pada Kamis dini hari.

Ia menegaskan Iran memiliki berbagai cara untuk menembus blokade yang dilakukan Amerika Serikat.

"Kami memiliki berbagai cara untuk menembus blokade ini," ungkapnya.

Rezaei juga memperingatkan bahwa Iran siap mengambil langkah tegas untuk mematahkan upaya tersebut.

"Jika blokade terus berlanjut, kami dapat memilih konfrontasi," ia menegaskan.

Skenario Konflik dan Latar Belakang Ketegangan

Dalam pernyataannya, Rezaei menguraikan skenario jika konflik baru pecah di kawasan tersebut.

Menurutnya, konflik kemungkinan akan berfokus di wilayah pesisir selatan Iran dan meluas hingga ke arah Isfahan serta wilayah barat.

Ia juga memperingatkan potensi konflik dapat mencakup pengeboman dan pembunuhan di Teheran.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dibalas Iran dengan menyerang Israel dan negara-negara lain di kawasan yang menampung aset Amerika Serikat.

Serangan udara AS dan Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 3.300 orang.

Gencatan senjata selama dua pekan kemudian diumumkan pada 8 April 2026 dengan mediasi Pakistan.

Gencatan senjata itu awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April 2026.

Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas pada 21 April 2026 atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.

Penulis :
Shila Glorya