HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Biosolar B40 untuk Seluruh Lokomotif dan Genset Demi Dukung Transisi Energi Ramah Lingkungan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Biosolar B40 untuk Seluruh Lokomotif dan Genset Demi Dukung Transisi Energi Ramah Lingkungan
Foto: Suasana di dalam area Stasiun Cirebon, Jawa Barat, Jumat 1/5/2026 (sumber: ANTARA/Fathnur Rohman)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 3 Cirebon memastikan seluruh lokomotif dan genset operasional telah menggunakan bahan bakar biosolar jenis B40 sebagai bagian dari transisi energi perusahaan.

Kebijakan ini diterapkan di wilayah Cirebon sebagai tindak lanjut program pemerintah dalam mendorong penggunaan energi baru terbarukan di sektor transportasi.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin menyatakan bahwa penggunaan biosolar B40 telah dilakukan secara menyeluruh pada seluruh sarana operasional.

Ia menegaskan, "Seluruh sarana di Daop 3 Cirebon, baik lokomotif maupun genset, kini telah menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan,".

Implementasi Biosolar dan Dampak Lingkungan

Biosolar B40 merupakan bahan bakar biodiesel dengan campuran 40 persen unsur nabati berbasis kelapa sawit yang dinilai mampu menurunkan emisi gas rumah kaca.

Penggunaan bahan bakar ini juga disebut tidak mengganggu performa operasional kereta api yang tetap berjalan dengan baik.

Muhibbuddin menyampaikan, "Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan implementasi penggunaan biosolar berjalan sesuai ketentuan,".

KAI terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM guna memastikan kebijakan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Menuju Penggunaan Biosolar B50

Penggunaan biosolar B40 dipastikan tidak mengganggu keandalan operasional kereta api serta layanan angkutan penumpang dan barang tetap berjalan normal.

Penerapan B40 menjadi tahap awal menuju penggunaan biosolar B50 yang saat ini masih dalam tahap uji coba secara nasional.

Muhibbuddin menjelaskan, "Biosolar B50 diketahui memiliki kandungan bahan nabati lebih tinggi, yakni mencapai 50 persen, sehingga berpotensi memberikan dampak lingkungan yang lebih besar,".

Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di sektor transportasi.

Penulis :
Shila Glorya