HOME  ⁄  Ekonomi

PT Timah Bukukan Laba Rp1,5 Triliun pada Kuartal I 2026 Berkat Lonjakan Produksi dan Penjualan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PT Timah Bukukan Laba Rp1,5 Triliun pada Kuartal I 2026 Berkat Lonjakan Produksi dan Penjualan
Foto: (Sumber: Pekerja menghitung balok timah hasil produksi di gudang penyimpanan di PT Timah Tbk di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (16/10/2025). ANTARA FOTO/Andri Saputra/tom..)

Pantau - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun pada kuartal I 2026 atau melonjak hingga 595 persen dari target perusahaan sebesar Rp252 miliar.

Kinerja positif ini diumumkan di Jakarta pada Sabtu, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya.

Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro menyampaikan bahwa capaian tersebut ditopang oleh kinerja operasional dan strategi perusahaan yang berjalan optimal.

"Pada kuartal I 2026, perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian operasional yang signifikan, serta konsistensi strategi optimalisasi yang berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Sehingga, mampu melampaui target laba yang ditetapkan," ujarnya.

Pendapatan PT Timah tercatat meningkat 160,5 persen secara tahunan menjadi Rp5,47 triliun dari sebelumnya Rp2,10 triliun.

Restu menjelaskan kenaikan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual timah.

"Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah," katanya.

Produksi bijih timah juga melonjak 96 persen menjadi 6.312 ton Sn, sementara produksi logam timah naik 82 persen menjadi 5.630 metrik ton.

Penjualan logam timah tercatat meningkat 113 persen menjadi 6.009 metrik ton, dengan harga jual rata-rata mencapai 49.221 dolar AS per metrik ton atau naik 51 persen.

Penjualan logam timah didominasi pasar ekspor sebesar 97 persen, dengan negara tujuan utama seperti China, India, Korea Selatan, Italia, Singapura, dan Belanda.

Dari sisi keuangan, EBITDA perusahaan tumbuh 450 persen menjadi Rp2,1 triliun.

Rasio keuangan juga menunjukkan kondisi sehat, di antaranya current ratio 276,1 persen dan debt to equity ratio 10,6 persen.

Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp15,23 triliun, sementara ekuitas naik menjadi Rp9,96 triliun.

Restu menambahkan peningkatan kinerja didorong oleh tambahan unit operasi, optimalisasi tambang darat dan laut, serta penguatan pengawasan wilayah tambang.

"Selain itu, peningkatan produksi juga ditopang oleh beroperasinya Kapal Keruk Singkep 1, perbaikan pengawasan dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan area produksi, serta dukungan Satuan Tugas (Satgas) dari pemerintah yang ditempatkan di perseroan," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf