HOME  ⁄  Ekonomi

Jadestone Energy Bidik Akuisisi Lapangan Migas Produksi, SKK Migas Ungkap Strategi Ekspansi di Indonesia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Jadestone Energy Bidik Akuisisi Lapangan Migas Produksi, SKK Migas Ungkap Strategi Ekspansi di Indonesia
Foto: Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Transmigrasi Jakarta, Senin (4/5/2026). (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan Jadestone Energy tertarik melakukan farm in pada lapangan migas yang sudah berproduksi di Indonesia sebagai bagian dari strategi ekspansi perusahaan tersebut.

Djoko menyatakan bahwa minat Jadestone difokuskan pada aset yang telah menghasilkan, bukan eksplorasi baru.

"(Tertarik) untuk farm in ke lapangan-lapangan yang sudah produksi. Untuk eksplorasi baru, belum," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa farm in merupakan skema masuknya perusahaan ke wilayah kerja migas dengan membeli sebagian kepemilikan dari perusahaan yang telah lebih dulu mengelola blok tersebut.

Djoko menambahkan hingga saat ini Jadestone Energy masih mengevaluasi sejumlah aset yang berpotensi menjadi target akuisisi.

"Lagi dievaluasi sama dia," ujarnya.

Fokus Akuisisi dan Kemitraan Strategis

Country Manager Jadestone Energy Indonesia Andi Iwan Uzamah menyampaikan bahwa perusahaan secara aktif membidik peluang akuisisi dan kemitraan di sektor hulu migas.

Ia menegaskan fokus utama perusahaan adalah aset yang telah memasuki tahap pengembangan atau produksi agar dapat segera dioptimalkan.

"Fokus kami adalah aset yang sudah di tahap development atau produksi agar dapat segera dioptimalkan. Kami juga membuka peluang kerja sama strategis, baik melalui kemitraan maupun akuisisi, termasuk untuk aset-aset yang belum tergarap optimal (stranded assets)," ungkapnya.

Strategi ini juga mencakup peluang pengembangan aset yang belum tergarap optimal guna meningkatkan nilai produksi secara cepat.

Ekspansi Nasional dan Kontribusi Energi

Saat ini Jadestone Energy telah mengelola Wilayah Kerja Lemang di Jambi dengan rata-rata produksi sekitar 6.400 BOEPD.

CEO Jadestone Energy T. Mitch Little bersama tim sebelumnya juga telah menyampaikan rencana ekspansi yang lebih agresif di Indonesia.

Ekspansi tersebut mencakup wilayah barat hingga timur Indonesia, baik untuk aset darat maupun lepas pantai.

Kontribusi Jadestone meliputi produksi gas, kondensat, hingga LPG yang dinilai mendukung ketahanan energi nasional.

Komitmen ekspansi perusahaan ini dinilai menjadi indikator bahwa iklim investasi hulu migas Indonesia masih kompetitif dan menarik bagi investor global.

Pendekatan tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang Jadestone untuk berkembang bersama industri migas nasional.

Penulis :
Leon Weldrick