
Pantau - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 51 persen menjadi Rp185,3 miliar pada tahun buku 2025 yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada akhir April 2026.
RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp74 miliar atau setara Rp29,1 per saham dengan payout ratio 40 persen yang meningkat dibandingkan 35 persen pada tahun sebelumnya.
Presiden Direktur & CEO IIF Rizki Pribadi Hasan menyampaikan bahwa kinerja perusahaan tetap tumbuh di tengah ketidakpastian pasar global dan regulasi yang semakin ketat sepanjang 2025.
Ia mengungkapkan, "Selain itu, kami terus memperkuat manajemen risiko, berinvestasi pada pengembangan SDM, dan meluncurkan inisiatif produk baru. Hal ini membuat perseroan tetap agile, tangguh, dan siap mendukung beragam kebutuhan sektor infrastruktur."
Kinerja Keuangan dan Faktor Pendorong
IIF mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 44 persen menjadi Rp536 miliar sepanjang 2025.
Total aset perusahaan juga meningkat 5 persen menjadi Rp15,4 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong antara lain oleh penurunan cost of funds yang memungkinkan perusahaan menawarkan harga pembiayaan lebih kompetitif kepada nasabah.
Sepanjang tahun tersebut, IIF juga meraih berbagai penghargaan dari institusi domestik dan internasional di bidang ESG, fundraising inovatif, pembiayaan proyek, dan sumber daya manusia.
Strategi Pendanaan dan Ekspansi 2026
Memasuki 2026, perusahaan memperkuat dan mendiversifikasi sumber pendanaan dengan memperoleh fasilitas sebesar Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional.
IIF juga menargetkan tambahan pendanaan hingga Rp5 triliun pada tahun 2026.
Di sisi pembiayaan, perusahaan telah menandatangani komitmen sebesar Rp485,6 miliar untuk sektor infrastruktur kesehatan.
Komitmen pembiayaan di sektor lain diharapkan terealisasi dalam beberapa bulan ke depan.
Pada sisi advisory, perusahaan memperoleh mandat baru dari klien termasuk untuk membantu implementasi ESG berstandar internasional.
Rizki menyatakan, "Ke depan, IIF akan terus membangun kapabilitas dan berkolaborasi dengan lembaga keuangan, investor, serta pelaku usaha. Peran IIF adalah melengkapi perbankan dan pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur."
RUPST juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit serta penggunaan laba bersih perseroan.
Selain pembagian dividen, RUPST menyetujui pembayaran imbal hasil sebesar Rp27,7 miliar atas Surat Berharga Perpetual senilai Rp335,2 miliar yang diterbitkan pada 2023.
Pembayaran imbal hasil tersebut akan dilakukan secara semesteran pada Juli 2026 dan Januari 2027.
- Penulis :
- Shila Glorya





