HOME  ⁄  Nasional

Ekonom Sebut Hilirisasi Fase II Berpotensi Dorong Transformasi Industri Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekonom Sebut Hilirisasi Fase II Berpotensi Dorong Transformasi Industri Nasional
Foto: (Sumber: Hilirisasi dalam industri manufaktur menjadi kunci untuk mendorong sektor industri nasional naik kelas. (ANTARA/HO-PT SPP).)

Pantau - Ekonom menilai proyek hilirisasi nasional fase II berpotensi mendorong transformasi industri berbasis nilai tambah sumber daya alam sekaligus meningkatkan ekspor dan pendapatan negara.

Dorong Nilai Tambah dan Produktivitas

Direktur Program INDEF Esther Sri Astuti menyatakan hilirisasi fase II menjadi peluang besar jika diiringi peningkatan produktivitas sektor pendukung.

"(Ini bisa menjadi) peluang baik jika ada peningkatan produktivitas sektor yang menjadi fondasi penting dalam keberhasilan hilirisasi," ujarnya.

Ia mencontohkan komoditas seperti nikel, sawit, dan tembaga yang dapat memberikan nilai tambah lebih tinggi melalui proses hilirisasi.

Program ini diluncurkan setelah Presiden Prabowo Subianto bersama CEO Danantara Rosan Roeslani meresmikan 13 proyek hilirisasi senilai Rp116 triliun di Cilacap pada 29 April 2026.

Esther juga menekankan pentingnya penerapan teknologi modern seperti pembangunan smelter untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

"Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi proses industrialisasi, tetapi juga perjalanan menuju ekonomi yang lebih maju, adaptif, dan berkelanjutan," jelasnya.

Dampak Sosial dan Strategi Jangka Panjang

Selain dampak ekonomi, hilirisasi dinilai mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

"Penciptaan kawasan industri di daerah tentu saja akan berdampak membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani/penambang, dan kesejahteraan masyarakat lokal," kata Esther.

Secara terpisah, Direktur Center for Policy Studies Prasasti Piter Abdullah menilai hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor.

“Hilirisasi itu ya secara sederhana adalah upaya untuk meningkatkan nilai tambah,ˮ ujarnya.

Ia menilai percepatan proyek dari fase awal ke fase berikutnya menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi.

“Ini cukup agresif, karena sekali lagi hilirisasi ini sebuah proses panjang, bukan instan,ˮ katanya.

Pemerintah juga menegaskan hilirisasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi agar setiap kebijakan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan