HOME  ⁄  Ekonomi

Deflasi Emas Perhiasan Kian Dalam pada April 2026, Tekan Inflasi Bulanan Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Deflasi Emas Perhiasan Kian Dalam pada April 2026, Tekan Inflasi Bulanan Nasional
Foto: Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai penjualan emas di Malang, Jawa Timur, Senin (5/1/2026). (sumber: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan komoditas emas perhiasan kembali mengalami deflasi secara bulanan pada April 2026 dengan penurunan sebesar 3,76 persen month to month (mtm) setelah sebelumnya juga mengalami deflasi pada Maret 2026.

Penurunan Harga Emas Dunia Picu Deflasi

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan bahwa penurunan harga emas perhiasan dipicu oleh tren pelemahan harga emas internasional dalam beberapa bulan terakhir.

"Emas perhiasan pada Maret dan April mengalami penurunan pada harga internasionalnya," ungkapnya.

Berdasarkan data World Bank Commodity Price Data, harga emas dunia tercatat menurun dari 5.019,97 dolar AS per troy ounce pada Februari 2026 menjadi 4.881,13 dolar AS per troy ounce pada Maret 2026, lalu kembali turun menjadi 4.719,28 dolar AS per troy ounce pada April 2026.

Ateng menyebutkan bahwa tren ini mengakhiri periode panjang kenaikan harga emas perhiasan sebelumnya.

"Sebelumnya, emas perhiasan mengalami inflasi selama 30 bulan berturut-turut atau sejak bulan September tahun 2023 sampai dengan bulan Februari tahun 2026," ia mengungkapkan.

Andil Besar terhadap Deflasi Kelompok Pengeluaran

Deflasi emas perhiasan memberikan kontribusi terbesar pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil deflasi sebesar 0,09 persen.

Penurunan tersebut menyebabkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,99 persen mtm pada April 2026 dan memberikan andil deflasi sebesar 0,07 persen terhadap inflasi umum bulanan.

BPS mencatat deflasi pada kelompok ini menjadi yang terdalam sejak Januari 2020 dan menjadi salah satu dari dua faktor utama yang menahan laju inflasi April 2026.

"Selain kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami deflasi atau meredam inflasi pada bulan April tahun 2026," ujarnya.

Secara umum, BPS melaporkan inflasi bulanan April 2026 sebesar 0,13 persen mtm, inflasi tahunan sebesar 2,42 persen year on year (yoy), serta inflasi tahun kalender sebesar 1,06 persen year to date (ytd).

Penulis :
Arian Mesa