HOME  ⁄  Ekonomi

Peran CEO Menentukan Keberhasilan Transformasi BUMN, Dony Oskaria Tekankan Kepemimpinan dan Visi Masa Depan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Peran CEO Menentukan Keberhasilan Transformasi BUMN, Dony Oskaria Tekankan Kepemimpinan dan Visi Masa Depan
Foto: Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam agenda Danantara CEO Program angkatan I yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (4/5/2026). (sumber: BP BUMN)

Pantau - Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan bahwa peran CEO sangat menentukan arah dan keberhasilan transformasi BUMN dalam agenda Danantara CEO Program angkatan I di Jakarta pada 4 Mei 2026.

Dony menyampaikan bahwa seorang CEO harus memahami kondisi terkini perusahaan sekaligus merancang arah masa depan secara komprehensif.

Ia mengungkapkan, "Seorang CEO dia harus tau current situation daripada company-nya dan dia men-design future outlook daripada perusahaannya."

Peran Strategis CEO dalam Transformasi

Selain menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony juga merupakan COO Danantara Indonesia yang menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal membaca kondisi saat ini tetapi juga merumuskan visi masa depan secara jelas.

Ia menjelaskan bahwa visi tersebut harus dibangun dengan pemahaman kuat serta dikomunikasikan secara efektif ke seluruh organisasi agar dapat dijalankan secara selaras.

Dony menekankan pentingnya kombinasi pendekatan top-down dan buy-in process dalam menjalankan perubahan di lingkungan BUMN.

Ia mengungkapkan, "Perubahan hanya dapat dilakukan dengan dua cara. Nomor satu adalah top down approach. Orang berubah karena top down. Tetapi at the same time perubahan itu harus dikomunikasikan untuk melakukan buy-in proses."

Kepemimpinan Jadi Kunci Keberhasilan

Menurut Dony, instruksi pimpinan harus diiringi dengan upaya membangun pemahaman dan keyakinan bersama di seluruh level organisasi agar transformasi tidak sekadar menjadi kebijakan.

Ia menegaskan bahwa transformasi harus menjadi gerakan kolektif seluruh insan perusahaan dengan keterlibatan langsung pemimpin dalam proses eksekusinya.

Dony mengingatkan bahwa tanpa kepemimpinan yang kuat, risiko kegagalan transformasi akan sangat tinggi.

Ia mengungkapkan, "Dia memimpin sendiri eksekusi, 70 persen daripada transformasi itu gagal. Hanya 30 persen yang berhasil. Kenapa? Kuncinya apa? Pemimpin. Kalau dia tidak mampu memimpin sendiri eksekusi daripada transformasi yang dilakukan, transformasi akan 'fail',."

BP BUMN bersama Danantara Indonesia terus mendorong penguatan kepemimpinan di BUMN agar setiap transformasi berjalan dengan visi jelas, komunikasi efektif, serta eksekusi yang konsisten dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat melalui kinerja BUMN yang semakin optimal.

Penulis :
Shila Glorya