
Pantau - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pemerintah melalui Danantara telah mulai masuk dalam struktur kepemilikan saham sejumlah aplikator, dengan target awal menurunkan potongan tarif ojek online (ojol) menjadi 8 persen.
Dasco menyampaikan langkah tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki sistem pembagian pendapatan yang selama ini dikeluhkan para pengemudi ojol.
“Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator tadinya 20 atau 10 persen ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen,” ujarnya saat menerima audiensi aliansi buruh di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/5).
Masuknya pemerintah melalui kepemilikan saham disebut membuka ruang untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada pengemudi ojol.
Dasco menegaskan kebijakan terkait sistem kerja dan pembagian pendapatan akan dilakukan secara bertahap seiring keterlibatan pemerintah dalam struktur aplikator.
“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk. Karena Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator itu mengambil bagian saham gitu,” ungkapnya.
Selain soal potongan tarif, DPR juga masih mengkaji status pengemudi ojol apakah sebagai pekerja atau mitra.
Dasco memastikan proses tersebut masih dalam tahap simulasi dan tidak akan diputuskan sepihak tanpa melibatkan komunitas dan organisasi pengemudi.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan dan anggota DPR serta perwakilan aliansi buruh, mahasiswa, petani, dan organisasi masyarakat sipil.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





