
Pantau - Lebih dari 360.000 orang mengikuti aksi demonstrasi Hari Buruh (May Day) di berbagai kota di Jerman pada 1 Mei 2026 yang menyoroti isu jam kerja dan jaminan pensiun.
Aksi tersebut diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Jerman (Deutscher Gewerkschaftsbund/DGB) dengan total 366.710 peserta yang tersebar dalam 413 kegiatan di seluruh negeri.
Dalam aksi di Nuremberg, Presiden DGB Yasmin Fahimi mengecam wacana penghapusan batas jam kerja delapan jam yang dinilai merugikan pekerja.
“Siapa pun yang melanggar aturan waktu kerja tidak membuat pekerjaan menjadi lebih produktif, melainkan hanya membuatnya lebih merugikan … Siapa pun yang mengganggu jaminan pensiun berisiko memicu konflik sosial besar,” ujarnya.
Fahimi juga mengkritik pihak pengusaha dan politisi yang dianggap menyalahkan pekerja atas kondisi krisis ekonomi saat ini.
Aksi ini berlangsung di tengah kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi Jerman yang memburuk pada awal 2026.
Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyerukan agar warga bekerja lebih lama, namun serikat buruh menegaskan bahwa batas delapan jam kerja merupakan “garis merah/batasan” yang tidak boleh dilanggar.
Survei Civey Institute menunjukkan lebih dari 80 persen warga Jerman pesimistis bahwa dana pensiun di masa depan cukup untuk mempertahankan standar hidup mereka.
Demonstrasi ini menjadi bentuk tekanan kepada pemerintah dan pemangku kebijakan agar tetap melindungi hak-hak pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi.
- Penulis :
- Aditya Yohan





