HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS Dipicu Eskalasi Konflik Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS Dipicu Eskalasi Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber: Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye/pri.)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5), dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pelemahan ini terjadi seiring penguatan dolar AS akibat ketidakpastian global yang dipicu konflik kawasan.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyebut kondisi geopolitik menjadi faktor utama tekanan terhadap rupiah.

"Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat, merespons eskalasi di Timteng," ungkapnya.

Konflik Regional Picu Ketidakpastian Pasar

Ketegangan meningkat setelah laporan serangan terhadap fasilitas minyak di Uni Emirat Arab yang dikaitkan dengan Iran.

Di sisi lain, Iran membantah keterlibatan dan menyatakan tidak memiliki rencana menyerang negara tersebut.

Amerika Serikat juga meluncurkan operasi Project Freedom untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan dukungan militer besar.

Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Pelemahan Diprediksi Terbatas Menunggu Data Ekonomi

Meski melemah, pergerakan rupiah diperkirakan tidak terlalu dalam karena investor menunggu rilis data Produk Domestik Bruto kuartal I 2026.

"Pelemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data PDB Q1 (Produk Domestik Bruto Kuartal I-2026) Indonesia yang akan dirilis siang ini," ujarnya.

Rupiah diprediksi bergerak pada kisaran Rp17.350 hingga Rp17.450 per dolar AS dalam waktu dekat.

Penulis :
Aditya Yohan