
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintegrasikan data cuaca dan maritim guna memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan efisiensi sektor energi.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra menyatakan sinkronisasi data antara kedua lembaga penting untuk mendukung operasional sektor migas, minerba, energi baru terbarukan, hingga ketenagalistrikan.
"Kolaborasi ini untuk memberikan dukungan data yang akurat bagi kontraktor kontrak kerja sama, mempercepat transisi energi, serta menjaga kedaulatan energi nasional melalui penggunaan data Merah Putih," ujarnya.
Pemanfaatan data BMKG seperti potensi angin, surya, curah hujan, gelombang laut, hingga gempa bumi dinilai krusial, termasuk dukungan sistem pemantauan 30.000 kapal yang terintegrasi dengan Kementerian Perhubungan.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mencapai 100 GW dalam 2-3 tahun ke depan dari kapasitas saat ini 1,5 GW.
Selain itu, program dedieselisasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terus diprioritaskan untuk mengganti pembangkit listrik tenaga diesel dengan PLTS yang lebih efisien.
Hangga menambahkan pemerintah juga mendorong peningkatan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50 yang direncanakan mulai 1 Juli 2026.
"Campuran fatty acid methyl ester (FAME) yang saat ini berada di level 40 persen (B40) direncanakan naik menjadi 50 persen (B50) pada 1 Juli 2026," ujarnya.
Upaya lain dilakukan melalui pengalihan penggunaan LPG 3 kg ke compressed natural gas (CNG) secara bertahap guna menekan defisit energi.
Sementara itu, Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra menegaskan kesiapan sistem BMKG dalam mendukung sektor energi melalui data real-time.
"Kami bertekad memastikan integrasi data real-time, termasuk layanan SIDARMA Nowcast dan INA-SIAM Aviation Weather, dapat diakses hingga ke lokasi tambang terpencil guna memitigasi risiko operasional," ungkapnya.
Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen melalui strategi hilirisasi energi.
esdm, bmkg, energi, data, ketahanan
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





