HOME  ⁄  Nasional

BAKN DPR Dorong Penguatan PLN di Tengah Lonjakan Subsidi dan Kompensasi Listrik Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BAKN DPR Dorong Penguatan PLN di Tengah Lonjakan Subsidi dan Kompensasi Listrik Nasional
Foto: (Sumber: Wakil Ketua BAKN DPR RI, Herman Khaeron, saat Kunjungan Kerja BAKN di Kota Denpasar, Bali, Senin (4/5/2026). Foto: Ais/Karisma.)

Pantau - Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menekankan pentingnya penguatan kinerja PT PLN (Persero) di tengah meningkatnya subsidi dan kompensasi listrik dalam kunjungan kerja di Denpasar, Bali, Senin, 4 Mei 2026.

Sorotan Lonjakan Subsidi dan Tantangan Kinerja PLN

Wakil Ketua BAKN DPR RI Herman Khaeron menyampaikan bahwa pihaknya mengevaluasi tren kenaikan subsidi dan kompensasi listrik yang terus meningkat.

“Kami melanjutkan pertemuan dengan PLN untuk mendalami terkait subsidi dan kompensasi. Karena subsidi meningkat terus, kompensasinya apalagi meningkat dengan sangat besar, tentu kami ingin mendorong PLN tetap handal dan tetap menghasilkan keuntungan, menghasilkan fiskal bagi negara,” ujar Herman.

Ia menegaskan bahwa PLN tetap harus menjaga kinerja sekaligus menjalankan penugasan nasional untuk menyediakan listrik hingga ke seluruh pelosok negeri.

“Pada sisi lain PLN juga harus terus melakukan ekspansi supaya bisa mengalirkan listrik ke seluruh warga negara Indonesia, ke seluruh pelosok negeri, ke perbatasan. otomatis butuh anggaran, butuh akuntabilitas, butuh kemampuan secara keuangan, secara finansial,” ungkapnya.

Evaluasi Proyek dan Efisiensi Energi

BAKN juga menyoroti proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Pesanggaran, Bali, yang dinilai menghadapi sejumlah kendala.

Keterlambatan pembangunan serta belum optimalnya pasokan gas disebut berpotensi memengaruhi efisiensi biaya energi.

“Oleh karenanya kami dorong dulu dari sisi efisiensi, termasuk hasil temuan-temuan BPK terhadap PLTMG yang ada di Bali yaitu di Pesanggaran, yang pertama pembangunannya agak molor, yang kedua akibat dari tidak terselesaikannya penyediaan gas yang saat ini disuplai dari kapal,” jelas Herman.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan bahan bakar berbasis minyak dalam jangka panjang dapat meningkatkan beban biaya di tengah fluktuasi harga energi global.

Herman menegaskan BAKN DPR akan terus mendorong solusi konstruktif agar keberlanjutan PLN sebagai perusahaan listrik negara tetap terjaga.

“Kami (BAKN) ingin melahirkan solusi-solusi yang tepat supaya PLN sebagai perusahaan listrik negara, sebagai korporasi milik negara bisa terjaga keberlangsungannya,” pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf