
Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara kuartal I 2026 mencapai Rp574,9 triliun dan belanja negara sebesar Rp815 triliun sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Maret 2026.
Purbaya menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 yang digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta.
Kinerja Pendapatan Negara
Realisasi pendapatan negara tercatat sebesar 18,2 persen dari target APBN dengan pertumbuhan 10,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7 triliun dengan pertumbuhan 14,2 persen yoy yang terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp67,9 triliun yang mengalami kontraksi 12,6 persen yoy.
Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp112,1 triliun atau 24,4 persen APBN dan tetap berkontribusi meski mengalami normalisasi dibanding tahun sebelumnya.
Realisasi Belanja dan Defisit APBN
Realisasi belanja negara mencapai 21,2 persen dari APBN dengan pertumbuhan 31,4 persen yoy yang menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp610,3 triliun yang terdiri dari belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp281,2 triliun serta belanja non kementerian/lembaga sebesar Rp329,1 triliun dengan pertumbuhan masing-masing yang tinggi.
Transfer ke daerah tercatat sebesar Rp204,8 triliun namun mengalami kontraksi 1,1 persen yoy sementara keseimbangan primer juga mengalami defisit sebesar Rp95,8 triliun.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga defisit APBN tetap berada dalam batas yang telah ditetapkan meski menghadapi tekanan global.
- Penulis :
- Leon Weldrick
- Editor :
- Shila Glorya





