
Pantau - Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menggelar Festival Aspirasi bertema “Kopi sebagai Tanaman Pangan, Konservasi, dan Industri” di Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026), untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan sektor perkopian nasional sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Kopi Dinilai Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan mengatakan tema kopi dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dari sisi ekonomi, lingkungan, hingga industri sehingga pengembangannya perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Ia mengungkapkan, "Festival aspirasi ini sifatnya mengejar aspirasi masyarakat. Maka kemudian terpikirkan bahwa kopi layak diangkat sebagai tema spesifik. Maka muncullah tema kopi sebagai tanaman pangan, konservasi, dan industri."
Menurut Ahmad Heryawan, pemerintah selama ini lebih banyak memberikan perhatian kepada komoditas pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, padahal kopi merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani dalam waktu lebih cepat.
Ia mengatakan, "Saya harus menyatakan bahwa kopi adalah salah satu komoditas hortikultura yang paling cepat menyejahterakan masyarakat petani. Kalau satu hektar kopi diurus dengan baik bisa menghasilkan rata-rata tiga ton per tahun. Dengan harga sekitar Rp20 ribu per kilogram, nilainya bisa mencapai Rp60 juta per hektare. Bandingkan dengan padi, tidak ada apa-apanya.”
Ia mendorong pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan komoditas kopi melalui kebijakan maupun dukungan anggaran.
Ia menegaskan, "Salah besar kalau perhatian kita kurang terhadap kopi. Ketika cerita pangan, ceritanya baru padi, jagung, dan kedelai. Tentu ini sangat diperlukan untuk pangan kita, tetapi dalam konteks kesejahteraan, kopi jauh lebih cepat membangun kesejahteraan masyarakat petani."
Kopi Juga Berperan sebagai Tanaman Konservasi
Selain memiliki nilai ekonomi, Ahmad Heryawan menyatakan kopi juga berfungsi sebagai tanaman konservasi karena dapat tumbuh berdampingan dengan tegakan pohon di kawasan hutan.
Ia menjelaskan karakteristik tersebut membuat kopi tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.
Ia mengungkapkan, "Kopi adalah tanaman konservasi yang justru bisa menguatkan kehutanan kita. Kopi tidak bisa tumbuh di lahan yang terbuka seratus persen karena hanya memerlukan sekitar 50 sampai 60 persen sinar matahari. Dengan demikian, kopi tumbuh baik di sela-sela tegakan pohon."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





