HOME  ⁄  Nasional

Survei Kemenhut Ungkap Populasi Orangutan Sumatera Capai 11.694 Individu, Orangutan Tapanuli Sebanyak 716 Ekor

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Survei Kemenhut Ungkap Populasi Orangutan Sumatera Capai 11.694 Individu, Orangutan Tapanuli Sebanyak 716 Ekor
Foto: (Sumber :Induk orangutan Sumatera bernama Bulan menggendong anaknya yang diberi nama Badar di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (22/5/2026). ANTARA/HO-Kemenhut/am..)

Pantau - Kementerian Kehutanan mengungkapkan hasil survei populasi periode 2021–2023 yang memperkirakan populasi orangutan sumatera (Pongo abelii) mencapai 11.694 individu dan orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) sebanyak 716 individu sebagai dasar penyusunan kebijakan konservasi yang lebih efektif.

Hasil Survei Jadi Dasar Kebijakan Konservasi

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyampaikan hasil survei tersebut usai Seminar Nasional Refleksi Satu Dekade Konservasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli Secara Kolaboratif di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (18/7/2026).

Rohmat mengatakan hasil survei menjadi landasan ilmiah dalam menyusun kebijakan konservasi yang tepat sasaran untuk melindungi kedua spesies yang terancam punah.

Ia mengungkapkan, "Konservasi orangutan merupakan tanggung jawab bersama. Keberhasilannya hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, mitra konservasi, dunia usaha, dan masyarakat. Data ilmiah yang dihasilkan melalui survei ini menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan konservasi yang tepat sasaran."

Hasil survei juga menunjukkan adanya tantangan serius terhadap upaya pelestarian orangutan sumatera dan orangutan tapanuli yang merupakan satwa dilindungi.

Perlindungan Habitat dan Kolaborasi Diperkuat

Kementerian Kehutanan menilai penurunan populasi orangutan sumatera dibandingkan hasil pendataan tahun 2011 serta tingginya kerentanan orangutan tapanuli di bentang alam Batang Toru menjadi pengingat pentingnya penguatan konservasi berbasis ilmu pengetahuan.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui perlindungan habitat, penegakan hukum, serta kolaborasi lintas sektor sesuai Rencana Strategis Kementerian Kehutanan.

Selain survei populasi, Kementerian Kehutanan juga akan menyusun Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) sebagai bagian dari implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.

Rohmat menegaskan, "Pelaksanaan survei populasi dan penyusunan PHVA menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi IBSAP 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional. Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar konservasi orangutan sumatera dan orangutan tapanuli dapat berjalan secara sistematis, adaptif, dan berkelanjutan."

Penulis :
Ahmad Yusuf