
Pantau - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur mengungkap limbah popok sekali pakai menjadi jenis sampah yang paling banyak mencemari Pantai Sidem, Kabupaten Tulungagung, berdasarkan hasil audit sampah yang dilakukan bersama sejumlah organisasi dan relawan lingkungan.
Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Jawa Timur Lucky Wahyu Wardana mengatakan volume popok sekali pakai yang ditemukan mencapai 52 kilogram dari total 153,63 kilogram sampah anorganik yang berhasil diidentifikasi.
Lucky mengatakan, "Temuan ini menjadi dasar untuk mendorong produsen bertanggung jawab terhadap sampah kemasan yang mereka hasilkan."
Selain popok sekali pakai, tim juga menemukan sekitar 10 kilogram kemasan plastik sachet dengan dominasi merek Mie Sedaap dan Luwak White Coffee.
Pada kategori gelas air minum dalam kemasan, merek Club menjadi yang paling banyak ditemukan dengan 101 kemasan, sedangkan kemasan kertas didominasi Pop Mie sebanyak 54 kemasan.
Audit tersebut juga mencatat kantong plastik sekali pakai tanpa merek mencapai sekitar 34 kilogram.
Hasil Audit Jadi Bahan Advokasi
Lucky menjelaskan identifikasi merek dilakukan untuk mengetahui produsen yang paling banyak menyumbang sampah kemasan sehingga dapat menjadi dasar advokasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Manajer Kebijakan Publik WALHI Jawa Timur Siti Mutmainnah menegaskan penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, tetapi juga produsen.
Siti mengatakan, "Hasil audit ini akan menjadi bahan advokasi agar produsen mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dan beralih pada sistem yang lebih ramah lingkungan."
Pantai Sidem Dipilih karena Menjadi Muara Sungai
Pantai Sidem dipilih sebagai lokasi audit karena merupakan muara Sungai Niyama yang membawa aliran sampah dari wilayah hulu menuju kawasan pesisir.
Kegiatan bersih pantai dan audit merek tersebut digelar dalam rangka kampanye Plastic Free July bersama Aliansi Lingkar Wilis Indonesia, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Mangkubumi, Mahasiswa Pecinta Alam Himalaya, dan Lembaga Pers Mahasiswa Aksara.
Dari kegiatan itu, tim berhasil mengumpulkan 22 karung sampah dengan berat total 252,15 kilogram sebelum memilah dan mengaudit 153,63 kilogram sampah anorganik.
- Penulis :
- Gerry Eka





