HOME  ⁄  Ekonomi

Laba Bank Mega Syariah Tumbuh 51,67 Persen pada Kuartal I 2026 Didorong Penguatan Pembiayaan dan Efisiensi Operasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Laba Bank Mega Syariah Tumbuh 51,67 Persen pada Kuartal I 2026 Didorong Penguatan Pembiayaan dan Efisiensi Operasional
Foto: Program yang memadukan kajian inspiratif dan aktivitas komunitas ini juga dilengkapi dengan kampanye AMAL 2026 untuk mengaktifkan layanan M-Syariah. (sumber: Bank Mega Syariah).

Pantau - PT Bank Mega Syariah mencatat kenaikan laba sebelum pajak sebesar 51,67 persen secara tahunan pada kuartal I 2026 menjadi Rp79,97 miliar dibandingkan Rp52,72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan dan Pertumbuhan

Kenaikan kinerja tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp191,60 miliar atau tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan.

Pendapatan dari piutang juga tercatat meningkat menjadi lebih dari Rp118 miliar atau naik sekitar 40,9 persen secara tahunan.

Pendapatan bagi hasil turut naik sekitar 4,7 persen secara tahunan menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.

Per akhir Maret 2026, total penyaluran pembiayaan Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp9,26 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp8,64 triliun.

Dana pihak ketiga yang dihimpun bank tercatat menembus lebih dari Rp10 triliun pada periode yang sama.

Strategi dan Manajemen Risiko

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil fokus perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.

Ia mengungkapkan bahwa bank terus mengoptimalkan strategi bisnis dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana serta memperkuat layanan nasabah melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem.

Bank juga melakukan optimalisasi struktur pendanaan untuk menjaga efisiensi biaya dana yang berdampak pada peningkatan margin.

Net imbalan tercatat naik menjadi 5,85 persen dari sebelumnya 4,04 persen.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO membaik menjadi 76,90 persen dari 85,08 persen pada periode sebelumnya.

Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tetap kuat di level 27,63 persen.

Bank menyatakan tetap mencermati dinamika risiko pembiayaan dan menjaga kualitas aset secara berkelanjutan.

Ke depan, Bank Mega Syariah akan memperkuat manajemen risiko serta mengembangkan bisnis secara selektif untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan hingga akhir tahun.

Penulis :
Leon Weldrick