HOME  ⁄  Ekonomi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan Bahas Stimulus dan Insentif Industri Manufaktur

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan Bahas Stimulus dan Insentif Industri Manufaktur
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (sumber: Kemenperin)

Pantau - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas pemberian stimulus dan insentif guna mempercepat pertumbuhan sektor manufaktur sebagai penopang ekonomi nasional.

Pertemuan tersebut menyoroti langkah strategis pemerintah dalam mengatasi berbagai hambatan industri sekaligus mendorong kontribusi manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi.

Agus menyampaikan, "Kami membahas apa saja kebijakan, langkah-langkah yang perlu pemerintah ambil, baik stimulus maupun insentif, agar pertumbuhan manufaktur yang akan menopang pertumbuhan ekonomi itu bisa berjalan lebih baik dan lebih cepat."

Pertumbuhan Manufaktur Lampaui Ekonomi Nasional

Sektor manufaktur dinilai memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,30 persen pada 2025.

Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen pada periode yang sama.

Capaian ini menjadi pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir pertumbuhan sektor manufaktur melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Fokus Insentif dan Peningkatan Ekspor

Pemerintah tengah mencari solusi konkret atas berbagai kendala yang dihadapi pelaku industri di lapangan.

Agus mengapresiasi pembentukan tim bottlenecking oleh Menteri Keuangan untuk membantu menyelesaikan persoalan dunia usaha.

Ia menyatakan bahwa tim tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian hambatan industri secara efektif.

Selain pasar domestik, pemerintah juga membahas strategi peningkatan ekspor produk manufaktur.

Data menunjukkan sekitar 75 persen hingga 80 persen ekspor nasional berasal dari produk manufaktur.

Namun sebagian besar produksi manufaktur Indonesia masih diserap pasar domestik dibandingkan negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang lebih berorientasi ekspor.

Agus menyatakan, "Kita juga perlu untuk melihat kemungkinan kita meningkatkan ekspor produk-produk kita ke luar negeri sehingga kita bisa mengubah sedikit rasio antara output manufaktur yang 80 persen domestik, 20 persen ekspor tanpa mengurangi porsi domestik."

Pemerintah menargetkan keseimbangan antara penguatan pasar domestik dan peningkatan ekspor guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis :
Shila Glorya