
Pantau - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengembangkan kelapa sebagai komoditas unggulan daerah untuk memperkuat ekonomi pedesaan dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan komoditas kelapa memiliki potensi besar karena tersebar di sejumlah wilayah dan menjadi sumber pendapatan tambahan masyarakat pedesaan.
Wahyu mengatakan, "Kami ingin kelapa di Kuningan tidak lagi diposisikan sebagai komoditas pelengkap, tetapi menjadi komoditas strategis yang mampu memberikan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi pedesaan."
Penguatan Hilirisasi dan Kemitraan Usaha
Pemerintah daerah mengarahkan pengembangan kelapa tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan hilirisasi, kemitraan usaha, dan peningkatan nilai tambah bagi petani.
Produksi kelapa di Kabupaten Kuningan pada 2025 mencapai sekitar 3.588,41 ton dengan luas lahan sekitar 4.007 hektare.
Namun, pengembangan komoditas kelapa masih menghadapi sejumlah kendala seperti pola budidaya tradisional, skala usaha petani yang kecil, dan keterbatasan akses pasar.
Pemasaran kelapa di daerah masih bergantung pada pasar lokal dan peran tengkulak sehingga posisi tawar petani belum optimal.
Wahyu mengatakan, "Industri pengolahan kelapa di daerah juga belum berkembang optimal sehingga nilai tambah yang diterima petani masih rendah."
Penyaluran Bibit dan Dukungan Pemerintah Pusat
Pemerintah daerah menjalankan program peremajaan tanaman dan intensifikasi budidaya di sejumlah wilayah untuk memperkuat pengembangan komoditas kelapa.
Pada 2025, pemerintah daerah menyalurkan 38.500 bibit kelapa genjah dan 115.500 kilogram pupuk organik untuk mendukung pengembangan sekitar 350 hektare lahan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga mengusulkan pengembangan kelapa seluas 550 hektare dan pemerintah pusat telah menyetujui pengembangan seluas 200 hektare pada 2026.
Wahyu menilai penguatan kemitraan usaha dan tata niaga diperlukan agar komoditas kelapa memiliki daya saing lebih tinggi serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Pendalaman mengenai struktur pasar dan pola kemitraan komoditas kelapa dilakukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia pada Senin, 4 Mei 2026.
Wahyu mengatakan, "Dengan menggali data tata niaga dan kondisi riil sektor kelapa di Kabupaten Kuningan, bisa menjadi bagian dari penguatan persaingan usaha yang sehat di sektor perkebunan."
- Penulis :
- Arian Mesa





