HOME  ⁄  Ekonomi

Kadin Sebut Indonesia Berpeluang Masuk Rantai Pasok Baru Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kadin Sebut Indonesia Berpeluang Masuk Rantai Pasok Baru Global
Foto: (Sumber: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/Aria Ananda).)

Pantau - Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai Indonesia berpeluang masuk dalam pembentukan rantai pasok baru global di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia.

“Forum ini adalah forum komunikasi yang baik untuk membuat rantai pasok yang baru, karena Indonesia dilihat cukup konsisten dan stabil,” kata Anindya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Menurut Anindya, stabilitas Indonesia menjadi modal penting untuk menarik kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara mitra.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 patut diapresiasi karena menunjukkan daya tahan ekonomi nasional.

Investasi Daerah Dinilai Sehat

Anindya mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut didorong konsumsi pemerintah, konsumsi domestik, serta kinerja investasi yang tetap sehat.

“Pertumbuhan 5,61 persen itu adalah pertumbuhan yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia menyebut realisasi investasi pada kuartal I 2026 mencapai sekitar Rp500 triliun dan tersebar di berbagai daerah.

“Pertumbuhan investasi kita sangat sehat, sekitar Rp500 triliun di kuartal I. Tidak semuanya harus investasi yang mega, tetapi banyak sekali investasi di daerah,” ucapnya.

Hilirisasi Jadi Peluang Utama

Anindya mengatakan Indonesia memiliki komoditas strategis seperti minyak sawit, batu bara, dan nikel yang perlu ditingkatkan nilai tambahnya melalui hilirisasi.

“Ini kesempatan untuk memikirkan bagaimana komoditas-komoditas kita dari palm oil, batu bara, nikel sampai yang lain itu bukan saja kita ekspor, tapi bisa kita hilirisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan Kadin memilih fokus pada pertumbuhan agar lapangan kerja tetap terjaga bahkan meningkat.

“Kadin memilih untuk fokus juga di pertumbuhan. Nah ini yang kita lihat sehingga kita bisa menjaga lapangan kerja bahkan meningkatkan,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf