HOME  ⁄  Ekonomi

Konflik Iran Picu Gangguan Pasokan Asam Sulfat Global dan Lonjakan Harga

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Konflik Iran Picu Gangguan Pasokan Asam Sulfat Global dan Lonjakan Harga
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Selat Hormuz. /ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Situasi di Iran memicu gangguan pasokan asam sulfat global yang menyebabkan kenaikan tajam harga komoditas tersebut.

Laporan tersebut disampaikan oleh The Wall Street Journal yang dikutip dari Sputnik.

Asam sulfat digunakan untuk memproduksi pupuk serta melarutkan tembaga dan berbagai logam lainnya.

Sebagian besar pasokan asam sulfat dunia berasal dari kilang minyak di kawasan Teluk Persia.

Pakar pasar Freda Gordon selaku kepala Acuity Commodities mengatakan ancaman terhadap pasar pupuk mendorong China membatasi ekspor asam sulfat pada bulan ini.

Menurut Freda Gordon, pembatasan ekspor tersebut menyebabkan harga naik dan memperburuk kekurangan pasokan asam sulfat global.

Pakar pasar pupuk dari Argus, Sarah Marlow, menilai Chile dan Indonesia kemungkinan menjadi negara yang paling terdampak akibat pembatasan ekspor asam sulfat dari China.

Konflik Timur Tengah Ganggu Distribusi Global

Pada April 2026, Bloomberg melaporkan China mempertimbangkan larangan ekspor asam sulfat mulai Mei 2026 akibat gangguan pasokan di tengah konflik Timur Tengah.

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran.

Eskalasi konflik tersebut hampir sepenuhnya menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dan gas dunia.

Gangguan pelayaran di Selat Hormuz memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Harga asam sulfat sebagai produk sampingan pengolahan minyak juga ikut meningkat di kawasan Timur Tengah akibat konflik tersebut.

Penulis :
Gerry Eka