
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan cabai rawit nasional tetap terjaga sehingga harga mulai berangsur stabil pada pekan pertama Mei 2026 setelah sempat melonjak menjelang Lebaran.
“Harga cabai rawit nasional menunjukkan penurunan pada minggu pertama Mei 2026,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Rabu.
Ketut mengatakan stabilisasi harga dipicu membaiknya produksi di sentra utama dan distribusi antardaerah yang semakin lancar.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026, rata-rata harga cabai rawit merah nasional berada di kisaran Rp63.252 per kilogram.
Harga tersebut turun signifikan dibandingkan periode menjelang Lebaran 1447 Hijriah ketika harga cabai rawit di sejumlah pasar sempat menyentuh Rp120 ribu per kilogram.
Cuaca dan Hama Sempat Ganggu Pasokan
Ketut mengungkapkan faktor cuaca dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) sempat memengaruhi produksi cabai rawit di sejumlah daerah.
“Cabai rawit merah memang kalau hari hujan kemudian ada beberapa titik yang mengalami kena hama OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) dan lain sebagainya itu agak sedikit mengganggu,” ujarnya.
Meski demikian, Bapanas memastikan kondisi pasokan nasional masih aman dan harga di tingkat konsumen sudah turun cukup jauh dibandingkan masa puncak permintaan sebelumnya.
Perbaikan kondisi itu juga terlihat dari menurunnya jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit.
Pada minggu pertama Mei 2026, jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH tercatat sebanyak 91 daerah, turun dari 127 daerah pada minggu ketiga April lalu.
“Tapi secara pasokan kami pantau relatif bagus, secara prinsip sudah turun banyak. Pada saat menjelang lebaran itu kan menjelang bulan puasa sampai lebaran itu harga cabai rawit merah itu sudah di posisi Rp120.000-an di pasar. Sekarang sudah turun jauh,” kata Ketut.
Produksi Cabai Rawit Diproyeksi Surplus
Bapanas menyebut kondisi pasokan cabai rawit hingga akhir 2026 masih berada dalam posisi aman berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 5 Mei 2026.
Produksi cabai rawit nasional tahun ini diperkirakan mencapai 1,59 juta ton dengan kebutuhan nasional sebesar 913,6 ribu ton.
Sementara stok akhir tahun diperkirakan masih tersisa sekitar 60,5 ribu ton.
Khusus pada Mei 2026, ketersediaan cabai rawit diproyeksikan mencapai 168,1 ribu ton dengan kebutuhan nasional sekitar 78 ribu ton.
Dengan kondisi tersebut, neraca pasokan Mei diperkirakan masih surplus sekitar 90,1 ribu ton.
Ketut mengatakan Bapanas terus berkoordinasi dengan sentra produksi dan petani hortikultura untuk memastikan distribusi cabai tetap lancar di seluruh wilayah.
“Sehingga kami akan terus memantau. Kemudian kita juga berkoordinasi dengan para champion-champion cabai. Bagaimana pasokan dan lain sebagainya, itu yang kita lakukan sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan panen di sejumlah sentra produksi mulai meningkat sehingga harga cabai rawit diperkirakan semakin stabil dalam beberapa pekan ke depan.
“Panen di sejumlah sentra mulai bertambah dan stok nasional masih tersedia sehingga harga cabai rawit di pasar diperkirakan semakin stabil dalam beberapa minggu ke depan,” kata Ketut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





