
Pantau - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung mengawal ekspor 3.850 ton palm kernel expeller (PKE) asal Belitung ke Vietnam dengan nilai mencapai Rp9,2 miliar.
Ekspor PKE Belitung Terus Tumbuh
Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti mengatakan ekspor tersebut menjadi bagian dari peningkatan kinerja ekspor komoditas perkebunan daerah.
"Alhamdulillah, kita berhasil mendorong pelaku usaha di Belitung mengekspor PKE sebanyak 3.850 ton dengan nilai mencapai Rp9,2 miliar tujuan Vietnam," ungkap Herwintarti saat menyerahkan phytosanitary certificate di Belitung, Rabu.
Ia menjelaskan sepanjang 2026 ekspor PKE dari Belitung menunjukkan tren positif.
Tercatat, ekspor ke Vietnam telah dilakukan sebanyak 11 kali dengan total volume mencapai 7.700 ton dan nilai ekspor sebesar Rp18,18 miliar.
Selain Vietnam, ekspor ke Thailand juga telah dilakukan satu kali dengan volume 3.400 ton dan nilai mencapai Rp7,5 miliar.
“Data ini menunjukkan bahwa komoditas PKE asal Belitung semakin diminati pasar internasional dan memiliki prospek ekspor yang menjanjikan,” katanya.
Karantina Babel Targetkan Tambah Instalasi Ekspor
Herwintarti mengatakan pihaknya menargetkan penetapan 15 Instalasi Karantina Tumbuhan atau tempat lain pada 2026 untuk mempercepat layanan ekspor di wilayah Bangka Belitung.
“Saat ini tercatat enam tempat lain telah teregister, tiga perusahaan menjadi calon Instalasi Karantina Tumbuhan dan tujuh perusahaan lainnya dalam proses pengajuan. Ini menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha dalam mendukung tata kelola ekspor yang lebih tertib, cepat, dan efisien,” ujarnya.
Ia berharap kelancaran ekspor PKE dapat meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan daerah sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Komoditas PKE diketahui merupakan hasil olahan inti sawit yang banyak digunakan sebagai bahan baku pakan ternak dan memiliki permintaan tinggi di pasar global.
"Tingginya minat pasar luar negeri terhadap PKE menjadi bukti bahwa produk asal Belitung mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar global," katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf





