HOME  ⁄  Nasional

PTPN I Regional 5 Bidik Ekspor Tembakau ke Rusia dan China pada 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PTPN I Regional 5 Bidik Ekspor Tembakau ke Rusia dan China pada 2026
Foto: (Sumber: Region Head PTPN I Regional 5 Subagiyo melakukan tanam perdana tembakau di Kebun Ajung Gayasan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026). ANTARA/Zumrotun Solichah..)

Pantau - PT Perkebunan Nusantara I Regional 5 membidik perluasan pasar ekspor tembakau ke Rusia dan China pada 2026 seiring tingginya kebutuhan tembakau untuk produk cigar di kedua negara tersebut.

Region Head PTPN I Regional 5 Subagiyo mengatakan korporasi saat ini tengah mengembangkan kebutuhan pasar ekspor tembakau ke China dan Rusia.

“Saat ini korporasi sedang mengembangkan kebutuhan tembakau untuk pasar di China dan Rusia,” kata Subagiyo saat tanam perdana tembakau di Kebun Ajung Gayasan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026).

PTPN Targetkan Produksi 1,2 Ton per Hektare

Subagiyo menjelaskan tembakau bawah naungan yang diproduksi PTPN sebagian besar dipasarkan ke Eropa.

Sementara itu, produk dengan kualitas medium ke bawah diperbolehkan dijual di pasar domestik karena masih memiliki permintaan tinggi.

“Perluasan pasar tembakau ke China dan Rusia karena kedua negara itu mempunyai tingkat kebutuhan tembakau untuk cigar yang cukup tinggi,” tuturnya.

PTPN I Regional 5 menargetkan produksi tembakau mencapai 1,2 ton per hektare pada tahun ini dengan luas area tanam sekitar 400 hektare.

“Tahun ini target produksi tembakau sekitar 1,2 ton per hektare dari luas area mencapai 400 hektare, kemudian target produksi mutu A atau 1 sebanyak 30 persen akan diekspor,” katanya.

Mitigasi Cuaca Ekstrem Dilakukan Sejak Awal Musim Tanam

Subagiyo mengatakan perusahaan telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem agar kualitas tanaman tembakau tetap terjaga saat panen.

Menurutnya, curah hujan yang masih tinggi pada awal musim tanam membuat perusahaan menerapkan sistem patusan atau pemupukan cair untuk mempercepat serapan air ke tanah.

“Pada awal musim tanam ini masih banyak turun hujan, sehingga tingkat kecukupan air cukup tinggi, maka dibuat patusan supaya serapan air ke tanah semakin cepat,” ujarnya.

PTPN juga menyiapkan sistem irigasi menghadapi potensi El Nino saat masa perawatan tanaman agar kebutuhan air tetap terpenuhi.

“Kami juga sudah melakukan mitigasi, salah satunya adanya naungan untuk mengurangi efek tingkat panas matahari ke tanaman tembakau,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf