HOME  ⁄  Nasional

Rusia Tuding Uni Eropa Politisasi Evakuasi Anak-Anak dari Ukraina

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rusia Tuding Uni Eropa Politisasi Evakuasi Anak-Anak dari Ukraina
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Masyarakat menunggu kerabat mereka yang dibebaskan dari penawanan perang Rusia di sebuah rumah sakit di Ukraina utara, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Xinhua/Peter Druk/aa..)

Pantau - Rusia menuding Uni Eropa mempolitisasi upaya evakuasi anak-anak dari zona konflik Ukraina dengan menyebarkan disinformasi terkait dugaan deportasi paksa terhadap anak-anak Ukraina.

Perwakilan Tetap Rusia untuk Uni Eropa menyatakan tuduhan yang berkembang selama ini bertujuan mendiskreditkan misi kemanusiaan Rusia dalam menyelamatkan warga sipil dari wilayah perang.

“Kami menilai peristiwa ini sebagai kesengajaan untuk mempolitisasi isu sensitif ini guna mendiskreditkan upaya kemanusiaan Rusia. Faktanya, tidak pernah ada pemindahan paksa atau deportasi terhadap anak-anak Ukraina, baik di masa lalu maupun sekarang,” demikian pernyataan Perwakilan Tetap Rusia untuk UE pada Senin (11/5).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Uni Eropa menggelar pertemuan terkait dugaan “penculikan” anak-anak Ukraina oleh Rusia.

Rusia Klaim Fokus Lindungi Anak dari Zona Konflik

Rusia menegaskan sejak dimulainya operasi militer khusus di Ukraina, pemerintah memprioritaskan evakuasi anak-anak dari wilayah pertempuran demi melindungi keselamatan mereka.

“Sejak awal operasi militer khusus, upaya negara kami difokuskan pada evakuasi anak-anak dari zona pertempuran demi melindungi nyawa dan kesehatan mereka, serta menyatukan kembali keluarga yang terpisah akibat konflik Ukraina,” lanjut pernyataan tersebut.

Moskow juga menyebut proses reunifikasi keluarga antara Rusia dan Ukraina terus berjalan sejak dibukanya jalur komunikasi pada 2023.

Rusia menilai kampanye disinformasi Uni Eropa tidak menghentikan proses pemulangan dan penyatuan keluarga yang terdampak perang.

Rusia Bantah Tuduhan Penculikan Massal

Pemerintah Rusia turut membantah klaim Ukraina dan Uni Eropa terkait dugaan penculikan puluhan ribu anak-anak Ukraina.

Menurut Rusia, dalam negosiasi di Istanbul pada 2 Juni 2025, Ukraina hanya menyerahkan daftar 339 anak yang diyakini berada di wilayah Rusia.

“Berlawanan dengan klaim Ukraina dan perwakilan UE mengenai dugaan penculikan terhadap puluhan ribu anak, fakta sebenarnya menunjukkan hal sebaliknya,” ujar Perwakilan Tetap Rusia.

Rusia juga mengklaim sebagian besar data anak-anak dalam daftar tersebut berasal dari informasi lama sehingga masih memerlukan proses verifikasi lanjutan bersama pihak Ukraina.

Selain itu, Rusia mengapresiasi mediasi Komite Palang Merah Internasional, Vatikan, Qatar, dan Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump dalam membantu penyatuan kembali anak-anak korban konflik dengan keluarga mereka.

Penulis :
Aditya Yohan