HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Ajukan Draf Damai ke AS, Minta Perang Dihentikan dan Sanksi Dicabut

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Ajukan Draf Damai ke AS, Minta Perang Dihentikan dan Sanksi Dicabut
Foto: (Sumber: Foto yang diambil pada 7 Mei 2026 ini memperlihatkan Gedung Putih di belakang lampu lalu lintas di Washington, D.C., AS. Xinhua/Li Rui..)

Pantau - Iran mengajukan draf proposal damai kepada Amerika Serikat yang berisi tuntutan penghentian perang, pencabutan sanksi ekonomi, serta pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.

Proposal tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas draf rencana yang sebelumnya diajukan pemerintah Amerika Serikat.

Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan proposal itu juga meminta jaminan agar tidak ada lagi agresi terhadap Iran di masa mendatang.

"Proposal tersebut menyoroti perlunya segera mengakhiri perang, memberikan jaminan agar agresi terhadap Iran tidak terulang, dan beberapa isu lainnya dalam sebuah kesepakatan politik," tulis Tasnim mengutip sumber terkait.

Iran juga meminta jangka waktu 30 hari untuk pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap penjualan minyak Iran.

Selain itu, Teheran menuntut pelepasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan setelah tercapainya kesepakatan awal.

Trump Tolak Proposal Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal terbaru Iran dan menyebut isi draf tersebut tidak dapat diterima.

“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut sebagai 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya. SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!” tulis Trump di media sosialnya.

Trump tidak menjelaskan secara rinci bagian proposal Iran yang ditolak pihak Amerika Serikat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta Iran memperjelas komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Menurut Rubio, isu nuklir menjadi syarat utama bagi tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara.

Konflik Iran dan AS Memanas Sejak Serangan Februari

Dalam beberapa pekan terakhir, Iran dan Amerika Serikat disebut saling bertukar proposal damai dengan mediasi Pakistan.

Gencatan senjata antara kedua pihak mulai berlaku pada 8 April 2026.

Delegasi Iran dan Amerika Serikat kemudian menggelar perundingan di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April 2026.

Namun pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Setelah perundingan gagal, Amerika Serikat memberlakukan blokade di Selat Hormuz.

Konflik memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat senior dan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti