
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan siapa pun yang mencoba mendekati persediaan uranium diperkaya milik Iran di tengah memanasnya konflik kedua negara.
“Kami mengawasinya dengan sangat baik. Jika ada yang mendekati tempat itu, kami akan mengetahuinya dan kami akan meledakkan mereka,” kata Trump dalam wawancara dengan jurnalis Sharyl Attkisson.
Pernyataan itu disampaikan setelah Trump mengaku kecewa terhadap respons Iran atas usulan perdamaian terbaru dari Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik.
“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'wakil' dari Iran. Saya tak suka -- BENAR-BENAR TAK DAPAT DITERIMA!” tulis Trump melalui platform Truth Social pada Ahad.
Ketegangan AS-Iran Kian Memanas
Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan Teheran telah menyampaikan tanggapan atas proposal damai dari Washington melalui mediator Pakistan.
Konflik meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah Iran.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Gencatan Senjata Gagal Berlanjut
Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Namun, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, dilaporkan tidak menghasilkan kesepakatan.
Di tengah belum adanya laporan perang terbuka kembali, Amerika Serikat diketahui melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sebelumnya, Iran juga menegaskan tidak ada uranium yang keluar dari wilayah negaranya di tengah tekanan internasional terkait program nuklir Teheran.
- Penulis :
- Aditya Yohan





