
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keras respons Iran terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan Washington untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, setelah Teheran mengirimkan jawaban resminya melalui mediator Pakistan.
"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'wakil' dari Iran. Saya tak suka -- BENAR-BENAR TAK DAPAT DITERIMA!" kata Trump melalui platform Truth Social pada Ahad.
Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menyerahkan respons terhadap usulan damai AS.
Iran Kirim Jawaban Lewat Pakistan
Kantor berita IRNA melaporkan bahwa pemerintah Iran telah menyampaikan tanggapan resmi kepada mediator Pakistan terkait proposal penghentian perang dari Amerika Serikat.
"Tanggapan Republik Islam Iran terhadap proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang telah dikirim kepada mediator Pakistan hari ini," tulis IRNA.
Televisi nasional Iran, IRIB, menyebut jawaban Teheran berfokus pada penghentian perang yang melibatkan AS dan Israel di seluruh kawasan konflik, khususnya Lebanon, serta menjamin keamanan jalur pelayaran internasional.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026 yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap Israel dan sekutu-sekutu Washington di kawasan.
Perang tersebut turut memicu penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.
Gencatan Senjata Belum Hentikan Konflik
Meski gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah berlaku sejak 17 April dan diperpanjang hingga pertengahan Mei, bentrokan bersenjata masih terus terjadi.
Pasukan Israel dilaporkan terus melancarkan serangan ke Lebanon dan terlibat baku tembak harian dengan Hizbullah.
Sebuah gencatan senjata sebelumnya berhasil dicapai pada 8 April melalui mediasi Pakistan.
Namun, negosiasi lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan damai jangka panjang.
Presiden Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu guna membuka peluang penyelesaian permanen melalui jalur diplomasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





