HOME  ⁄  Geopolitik

Korsel Selidiki Ledakan Kapal HMM di Selat Hormuz yang Diduga Akibat Serangan Benda Terbang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Korsel Selidiki Ledakan Kapal HMM di Selat Hormuz yang Diduga Akibat Serangan Benda Terbang
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/aa.).)

Pantau - Pemerintah Korea Selatan menyimpulkan ledakan dan kebakaran kapal kargo Namu milik operator pelayaran HMM di Selat Hormuz pekan lalu disebabkan serangan benda terbang tak dikenal.

Investigasi Temukan Dua Benturan Misterius

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan hasil investigasi menunjukkan benda terbang menghantam bagian buritan kapal berbendera Panama tersebut.

"Investigasi mengonfirmasi bahwa benda-benda terbang tak dikenal menghantam buritan kapal HMM," demikian pernyataan resmi kementerian.

Investigasi dilakukan oleh tim pemerintah beranggotakan tujuh orang setelah insiden ledakan dan kebakaran di kapal Namu yang dioperasikan HMM Co.

Juru bicara kementerian Park Il menjelaskan dua benda terpisah menghantam kapal dengan jeda sekitar satu menit pada Senin pukul 15.30 waktu setempat.

Menurut Park, benturan itu merusak pelat lambung hingga bagian dalam kapal.

Ia mengatakan kebakaran di ruang mesin diduga dipicu oleh benturan pertama sebelum api membesar usai benturan kedua.

"Penyebab kebakaran diduga tidak terkait dengan sistem internal kapal," ungkap Park.

Korsel Belum Tentukan Pelaku Serangan

Park menyebut rekaman CCTV berhasil menangkap objek terbang misterius tersebut, namun investigasi belum dapat memastikan jenis maupun asal benda itu.

"Rekaman CCTV menangkap benda terbang tak dikenal tersebut, tetapi ada keterbatasan dalam menentukan jenis, asal, dan ukuran fisiknya secara tepat. Kemungkinan benda-benda tersebut berupa ranjau atau torpedo tampaknya rendah," katanya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menuduh Iran menembaki kapal HMM dan sejumlah target lain di kawasan Timur Tengah.

Namun Kedutaan Besar Iran di Seoul membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan tidak terlibat dalam insiden di Selat Hormuz.

Park mengatakan pemerintah Korea Selatan masih akan melakukan analisis lanjutan terhadap puing-puing mesin yang ditemukan di lokasi kejadian.

Ia menegaskan Seoul belum mengambil kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kami mengambil langkah-langkah, termasuk kerja sama dengan komunitas internasional, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan keselamatan warga Korea Selatan,” ujar Park.

Korea Selatan juga mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam inisiatif pimpinan AS, termasuk Maritime Freedom Construct.

Tak lama setelah hasil investigasi diumumkan, Duta Besar Iran untuk Korea Selatan Saeed Koozechi mendatangi Kementerian Luar Negeri di Seoul untuk menerima penjelasan resmi terkait hasil penyelidikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf