
Pantau - Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia menyatakan Iran akan membuka medan pertempuran baru jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan agresi militer terhadap Iran.
"Jika musuh sekali lagi salah perhitungan dan memulai agresi terhadap Iran, mereka pasti akan menghadapi metode (perang) baru yang tidak terduga," kata Mohammad Akraminia.
Iran menyebut metode baru tersebut mencakup penggunaan peralatan modern dan lebih canggih.
Selain itu, Iran juga menyiapkan metode peperangan baru serta medan pertempuran baru yang disebut tidak akan diperkirakan oleh musuh.
"Dengan kata lain, perang akan mencapai tempat-tempat yang tidak dapat diperkirakan atau diperhitungkan musuh dalam rencana mereka," ujar Akraminia.
Iran Klaim Perkuat Kemampuan Militer
Selama masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat, Iran disebut memperkuat kemampuan militernya.
Iran memperbarui daftar target, menyesuaikan pelatihan tempur dengan kondisi baru, memperbaiki persenjataan defensif dan ofensif, serta melakukan pengerahan ulang pasukan.
Sebelumnya, Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran juga memperingatkan Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan balasan terhadap kapal dan pusat militer Amerika di kawasan.
"Setiap agresi terhadap kapal tanker minyak dan kapal dagang Iran akan dibalas dengan serangan kuat terhadap salah satu pusat AS di kawasan dan kapal-kapal musuh," demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC.
Gencatan Senjata Belum Hasilkan Kesepakatan Baru
Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang target-target di Iran sejak 28 Februari 2026.
Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Perundingan lanjutan di Islamabad kemudian berakhir tanpa hasil.
Meski belum ada laporan dimulainya kembali permusuhan, Amerika Serikat disebut telah memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Para mediator saat ini masih berupaya mengatur putaran baru perundingan antara kedua pihak.
- Penulis :
- Gerry Eka





