HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Ajukan Tuntutan Baru kepada AS untuk Akhiri Konflik dan Cabut Sanksi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Ajukan Tuntutan Baru kepada AS untuk Akhiri Konflik dan Cabut Sanksi
Foto: (Sumber: Seorang wanita membawa bendera Iran saat berpartisipasi dalam unjuk rasa di Teheran, Iran, pada 29 April 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati.)

Pantau - Iran mengajukan draf usulan terbaru kepada Amerika Serikat yang berisi tuntutan penghentian segera konflik, jaminan tidak ada lagi agresi terhadap Teheran, serta pencabutan sanksi dan blokade angkatan laut AS.

Iran Minta Perang Segera Diakhiri

Laporan kantor berita semiresmi Tasnim menyebut usulan tersebut disampaikan dalam rangka perundingan penghentian konflik antara Iran dan AS.

"Usulan tersebut menyoroti perlunya mengakhiri perang segera, memberikan jaminan agar agresi terhadap Iran tidak terulang, dan beberapa isu lainnya dalam kerangka kesepakatan politik," demikian laporan Tasnim mengutip sumber terkait, Minggu.

Iran juga meminta AS mencabut sanksi terhadap penjualan minyak Iran dalam waktu 30 hari setelah tercapainya kesepakatan awal.

Selain itu, Teheran menuntut pembebasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan oleh AS.

Konflik memanas sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota di Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, sejumlah pejabat senior, serta warga sipil.

Iran kemudian membalas melalui serangan rudal dan drone ke Israel dan aset-aset AS di kawasan Timur Tengah serta memperketat pengawasan di Selat Hormuz.

Perundingan Iran-AS Masih Buntu

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April dan dilanjutkan dengan perundingan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada 11 hingga 12 April.

Namun, pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan dan AS tetap memberlakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara dilaporkan saling bertukar proposal melalui Pakistan untuk mencari jalan penghentian konflik.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan respons terbaru Iran terhadap proposal AS telah dikirim ke Pakistan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menilai tanggapan Iran tidak memenuhi harapan Washington.

Trump menulis di platform Truth Social bahwa respons Iran "sama sekali tidak dapat diterima."

Penulis :
Ahmad Yusuf