
Pantau - Presiden Komite Internasional Palang Merah atau ICRC Mirjana Spoljaric Egger mengecam serangan terhadap fasilitas infrastruktur sipil di tengah ancaman Amerika Serikat terhadap Iran.
ICRC Sebut Ancaman terhadap Warga Sipil Tidak Manusiawi
Mirjana Spoljaric Egger menegaskan ancaman terhadap warga sipil dan fasilitas publik tidak dapat dibenarkan dalam situasi konflik apa pun.
“Setiap ancaman yang disengaja terhadap warga sipil – dalam pernyataan dan tindakan – tidak dapat dibenarkan, tidak manusiawi, dan menghancurkan seluruh populasi,” ungkapnya dalam wawancara dengan kantor berita IRNA Iran pada Ahad (10/5).
Ia juga mengatakan, “Kita tidak bisa menormalisasi perang tanpa batas. Kita harus mengembalikan kemanusiaan ke dalam percakapan soal konflik. Warga sipil dan infrastruktur yang mereka andalkan untuk bertahan hidup harus dilindungi.”
Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kemungkinan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran.
Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan baru apabila Iran tidak segera menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran termasuk wilayah Teheran yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.
Namun pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.
Amerika Serikat kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran meski belum ada pengumuman resmi terkait dimulainya kembali konflik bersenjata.
Upaya Perdamaian Masih Berlangsung
Hingga kini, sejumlah mediator internasional masih berupaya membuka kembali jalur diplomasi guna mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan yang terus meningkat dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi kemanusiaan serta mengancam keselamatan warga sipil di Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan





