
Pantau - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah, menerima komitmen investasi senilai 1,75 miliar dolar AS atau sekitar Rp30 triliun untuk pengembangan ekosistem Battery Energy Storage System (BESS) dan fasilitas Liquified Natural Gas (LNG) Hub.
Direktur Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) Sony Panukma Widianto mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam pengembangan energi bersih dan hilirisasi industri di kawasan timur Indonesia.
“Kemitraan strategis dengan Aslan Energy Capital wujud nyata dari visi besar kami, untuk menempatkan KEK Palu jadi poros utama ekosistem energi bersih dan hilirisasi di kawasan Timur Indonesia,” ujar Sony Panukma Widianto saat dihubungi dari Palu, Rabu (13/5/2026).
Komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT BPST selaku pengembang KEK Palu dengan Aslan Energy Capital (AEC) yang berbasis di Singapura.
Pengembangan Gigafactory Baterai di Lahan 40 Hektare
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan ekosistem BESS Gigafactory dan fasilitas LNG Hub bertaraf internasional.
Pembangunan proyek dilakukan secara bertahap di atas lahan industri seluas sekitar 40 hektare di kawasan KEK Palu.
Pada tahap awal, fasilitas manufaktur dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 8 GWh per tahun.
Kapasitas tersebut nantinya akan ditingkatkan hingga 12 sampai 15 GWh pada fase pengembangan berikutnya.
Kehadiran gigafactory itu diharapkan mendukung hilirisasi industri baterai berbasis nikel di Indonesia.
Selain itu, proyek tersebut juga diproyeksikan memperkuat rantai pasok energi bersih dan kendaraan listrik untuk pasar domestik maupun ekspor ke kawasan ASEAN, Australia, dan Amerika Serikat.
KEK Palu Didorong Jadi Pusat Energi Bersih
Sony menegaskan proyek tersebut bukan hanya investasi infrastruktur, tetapi juga bagian dari transformasi industri nasional menuju energi berkelanjutan.
“Proyek ini bukan sekadar investasi infrastruktur, melainkan sebuah lompatan transformatif yang akan membawa dampak jangka panjang bagi kemandirian energi dan daya saing industri nasional,” katanya.
KEK Palu sebelumnya juga menerima sejumlah investasi strategis di sektor energi dan industri pengolahan.
Pengembangan kawasan tersebut terus didorong menjadi pusat hilirisasi dan energi bersih di Indonesia bagian timur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





