HOME  ⁄  Ekonomi

Permintaan Emas di Indonesia Melonjak 47 Persen pada Kuartal I 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Permintaan Emas di Indonesia Melonjak 47 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: (Sumber: Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC, Shaokai Fan menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia).)

Pantau - World Gold Council (WGC) mencatat permintaan emas batangan dan koin di Indonesia meningkat 47 persen pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

WGC Sebut Emas Jadi Aset Aman Saat Krisis

Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks WGC Shaokai Fan mengatakan peningkatan permintaan emas mencerminkan tren global di tengah ketidakpastian ekonomi dan inflasi.

“Secara historis, emas telah terbukti sebagai salah satu instrumen lindung nilai krisis (crisis hedge) paling andal bagi masyarakat Indonesia,” ujar Fan dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu.

Fan mengatakan emas membantu menjaga daya beli masyarakat saat rupiah mengalami depresiasi tajam seperti pada krisis finansial Asia 1997-1998.

“Selama krisis finansial Asia 1997–1998, emas membantu mempertahankan daya beli masyarakat saat rupiah terdepresiasi tajam, pola yang terus berulang setiap terjadi pelemahan mata uang dan pasar tertekan,” ungkapnya.

Menurut Fan, performa emas sepanjang 2025 juga mengungguli mayoritas saham domestik maupun global serta obligasi berbasis rupiah.

Pada kuartal I 2026, harga emas tercatat naik 14 persen dalam rupiah ketika pasar saham domestik justru terkoreksi hingga 13 persen.

Permintaan Emas Global Tembus Rekor Baru

Fan menyebut emas juga menjadi sumber imbal hasil jangka panjang yang stabil dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 15 persen per tahun dalam rupiah selama dua dekade terakhir.

“Analisis WGC menyimpulkan bahwa alokasi emas sebesar 2,5 persen saja dapat meningkatkan kualitas portofolio investor Indonesia dengan mengurangi risiko konsentrasi dan memperkuat diversifikasi,” katanya.

Dalam laporan Gold Demand Trends Q1 2026, WGC mencatat total permintaan emas global mencapai 1.231 ton pada kuartal pertama 2026 atau naik 2 persen secara tahunan.

Nilai permintaan emas global bahkan melonjak hingga 193 miliar dolar Amerika Serikat atau naik 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Di seluruh dunia, investor ritel terpikat oleh momentum harga dan daya tarik emas sebagai aset aman (safe-haven), mendorong permintaan emas batangan dan koin naik 42 persen (yoy) menjadi 474 ton,” ujar Fan.

WGC juga mencatat lonjakan permintaan emas di Tiongkok sebesar 67 persen menjadi 207 ton, sementara India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa turut mengalami peningkatan pembelian emas.

Penulis :
Aditya Yohan