HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri Bahlil Bahas Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga BBM dan Subsidi Energi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri Bahlil Bahas Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga BBM dan Subsidi Energi
Foto: (Sumber: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri))

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia tengah membahas pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terhadap harga bahan bakar minyak dan subsidi energi bersama jajaran kementerian terkait.

Pemerintah Masih Pantau Perkembangan Kurs Rupiah

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pembahasan masih berlangsung dan pemerintah belum mengambil keputusan lanjutan terkait dampak kurs terhadap harga BBM.

“Kebetulan Pak Menteri (ESDM) bersama jajaran menteri lain sedang merapatkan hal tersebut, jadi kita tunggu,” ujar Laode Sulaeman saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Laode menegaskan pemerintah masih memantau perkembangan nilai tukar rupiah sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Belum ada info-info lain selain yang ada sekarang. Kami lihat perkembangan berikutnya saja nanti,” katanya.

Harga BBM diketahui tidak hanya dipengaruhi harga minyak dunia, tetapi juga kurs rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada biaya impor energi dan subsidi pemerintah.

Pada perdagangan Rabu, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.515 per dolar AS atau menguat 14 poin dibanding penutupan sebelumnya di angka Rp17.529 per dolar AS.

Menkeu Siapkan Stabilitas Pasar Obligasi

Di tengah tekanan terhadap rupiah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah siap menjaga stabilitas pasar obligasi untuk membantu meredam pelemahan mata uang nasional.

Purbaya mengatakan stabilisasi dilakukan melalui bond stabilization fund dan mekanisme buyback Surat Berharga Negara.

Ia juga meyakini Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas nilai tukar sesuai mandat yang dimiliki.

Menurut Purbaya, pengendalian imbal hasil Surat Berharga Negara penting dilakukan agar tidak memicu capital loss investor asing yang berpotensi mendorong arus modal keluar dari Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf