HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Anjlok 1,98 Persen ke Level 6.723,32 Usai Sejumlah Saham Indonesia Keluar dari Indeks MSCI

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Anjlok 1,98 Persen ke Level 6.723,32 Usai Sejumlah Saham Indonesia Keluar dari Indeks MSCI
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 135,57 poin atau 1,98 persen ke level 6.723,32 pada perdagangan Rabu sore akibat sentimen negatif dari keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI.

Perubahan komposisi tersebut berasal dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam review kuartalan MSCI Mei 2026 yang diumumkan pada Selasa, 13 Mei 2026 waktu setempat.

Kepala Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, "Dikeluarkannya beberapa saham dari daftar indeks MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index pada pengumuman review kuartalan Mei 2026 telah menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan indeks."

Ratna menilai tekanan pasar masih relatif terbatas karena proyeksi arus dana asing keluar tidak sebesar perkiraan sebelumnya dan investor masih optimistis terhadap status Indonesia sebagai emerging market.

Ia menambahkan sebagian arus dana keluar diperkirakan telah mengantisipasi langkah MSCI sebelumnya.

OJK Sebut Tidak Semua Saham Keluar karena Kinerja Melemah

Di sisi lain, pernyataan Otoritas Jasa Keuangan turut membantu menahan tekanan pasar pada perdagangan saham domestik.

OJK menyebut tidak semua saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index disebabkan penurunan kinerja maupun melemahnya kapitalisasi pasar.

Sebagian saham justru dinilai mengalami peningkatan kapitalisasi pasar sehingga layak masuk kelompok indeks yang lebih tinggi.

Namun perpindahan saham ke indeks yang lebih tinggi masih tertahan akibat kebijakan pembekuan sementara atau freeze dari MSCI.

Phintraco Prediksi IHSG Uji Level 6.650 Pekan Depan

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700 hingga 6.650 pada perdagangan pekan depan.

Dari sisi perdagangan, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.841 triliun.

Aktivitas perdagangan saham mencapai volume 24,74 miliar lembar saham dengan frekuensi 1,46 juta kali transaksi dan nilai transaksi Rp10,26 triliun.

Pada perdagangan Rabu, sebanyak 280 saham menguat, 411 saham melemah, dan 268 saham stagnan.

Secara sektoral, hampir seluruh sektor berada di zona merah dengan sektor transportasi naik 4,89 persen dan sektor industri menguat 1,26 persen.

Sektor bahan baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,43 persen disusul infrastruktur turun 2,72 persen, energi turun 1,61 persen, barang konsumsi siklikal turun 1,40 persen, kesehatan turun 1,22 persen, teknologi turun 0,71 persen, properti turun 0,70 persen, keuangan turun 0,58 persen, serta barang konsumsi nonsiklikal turun 0,44 persen.

Penulis :
Arian Mesa