
Pantau - Pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor nasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan mengandalkan perluasan pasar dan peningkatan volume pengiriman barang ke luar negeri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kinerja ekspor Indonesia masih menunjukkan tren positif sepanjang awal tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam acara "Ngobrol Produk Indonesia (Ngopi) UMKM" di Jakarta, Rabu 13 Mei 2026.
Budi menyebut hingga Maret 2026 ekspor nasional tercatat tumbuh sekitar 0,39 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kita dorong terus jangan sampai nanti pertumbuhannya lebih kecil. Makanya kita salah satu cara seperti ini yang kita lakukan, kita mendorong teman-teman untuk terus meningkatkan ekspor. Mudah-mudahan nanti April tetap naik terus ya," ungkap Budi.
Pemerintah Perluas Pasar Ekspor
Menurut Budi, pelemahan rupiah tidak otomatis menjadi hambatan bagi sektor perdagangan luar negeri.
Pemerintah justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
"Pokoknya, apapun kondisinya, kita harus terus, ya, mencari jalan keluar agar ekspor kita tetap berjalan, bahkan terus meningkat," ujar Budi.
Kementerian Perdagangan bersama pelaku usaha terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga pertumbuhan ekspor.
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah ialah mendorong eksportir memperluas pasar tujuan ekspor.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan volume pengiriman barang ke luar negeri.
Nilai Ekspor Maret 2026 Naik Secara Bulanan
Budi menyebut realisasi ekspor periode Januari hingga Maret 2026 masih menunjukkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan mendekati 1 persen.
Capaian tersebut dinilai positif di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Tantangan global tersebut meliputi dinamika konflik internasional dan tekanan perdagangan dunia.
Pemerintah optimistis sektor ekspor tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Sektor ekspor juga diharapkan menjaga stabilitas neraca perdagangan Indonesia di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah.
Pada Maret 2026, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar 22,53 miliar dolar Amerika Serikat.
Nilai ekspor tersebut tumbuh 1,62 persen dibandingkan Februari 2026.
Namun, secara tahunan ekspor Indonesia mengalami kontraksi sebesar 3,10 persen.
Peningkatan ekspor bulanan didorong oleh lonjakan ekspor migas sebesar 18,60 persen.
Sementara itu, ekspor nonmigas hanya tumbuh terbatas sebesar 0,75 persen.
- Penulis :
- Leon Weldrick





