HOME  ⁄  Ekonomi

PGE Perkuat Efisiensi Energi dan Tekan Emisi di Seluruh Operasional Perusahaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PGE Perkuat Efisiensi Energi dan Tekan Emisi di Seluruh Operasional Perusahaan
Foto: (Sumber: Ilustrasi - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). ANTARA/HO-PGE.)

Pantau - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperkuat integrasi efisiensi energi dan pengurangan emisi di seluruh lini bisnis sebagai bagian dari implementasi operasi berkelanjutan perusahaan.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan pengembangan panas bumi tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih, tetapi juga memastikan operasional berjalan efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Pengembangan panas bumi tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih. PGE juga memastikan seluruh operasional dijalankan secara bertanggung jawab, efisien, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” kata Andi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan seluruh implementasi keberlanjutan perusahaan dijalankan secara transparan dengan mengacu pada standar pelaporan global.

Penghematan Energi PGE Naik Signifikan

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, PGE mencatat penghematan energi sebesar 90.502,28 MWh sepanjang tahun lalu.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 40.058,77 MWh.

Peningkatan efisiensi itu didorong optimalisasi operasional di sejumlah wilayah kerja panas bumi, seperti debottlenecking jalur produksi di area Ulubelu dan optimalisasi operasional vacuum pump pada sistem ekstraksi gas di seluruh PLTP PGE.

Perusahaan juga melakukan modifikasi hand control valve di Lumut Balai guna meminimalkan uap yang terbuang ke rock muffler.

Selain itu, PGE memanfaatkan energi terbarukan untuk kebutuhan internal operasional melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga surya di fasilitas operasional dan perkantoran.

Intensitas Emisi Tetap Rendah

PGE mencatat rasio intensitas energi sebesar 0,037 MWh/MWh pada 2025 atau turun 10,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penggunaan energi terbarukan dalam operasional perusahaan juga tetap tinggi dengan capaian 94,36 persen.

Dari sisi pengelolaan emisi, intensitas emisi PGE tercatat sebesar 41,12 g CO2e/kWh atau masih jauh di bawah ambang batas EU Taxonomy dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia sebesar 100 g CO2e/kWh.

Pada saat yang sama, kapasitas operasi panas bumi PGE berkontribusi terhadap penghindaran emisi lebih dari 4,29 juta ton CO2e sepanjang 2025.

PGE juga memperkuat pengelolaan limbah non-B3 melalui pendekatan 4R yakni reduce, reuse, recycle, dan recovery.

Sepanjang 2025, volume limbah non-B3 yang berhasil dikelola mencapai 17 ton atau meningkat 24,5 persen dibandingkan 2024 sebesar 13,66 ton.

Selain itu, PGE membuka peluang pengembangan pemanfaatan energi panas bumi untuk industri hijau, termasuk pengembangan green data center berbasis energi bersih rendah emisi.

Penulis :
Aditya Yohan