HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia Dinilai Punya Posisi Strategis dalam Mendorong Ketahanan Energi dan Pangan ASEAN

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Dinilai Punya Posisi Strategis dalam Mendorong Ketahanan Energi dan Pangan ASEAN
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) berfoto bersama dengan pose khas "ASEAN handshake" saat upacara pembukaan KTT Ke-48 ASEAN dan Pertemuan Terkait di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-BPMI Setpres/am..)

Pantau - Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Muhammad Syaroni Rofii, menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendorong penguatan ketahanan energi dan pangan di kawasan ASEAN di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.

Syaroni mengatakan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di Asia Tenggara memiliki kapasitas untuk mengarahkan kebijakan kawasan dalam menghadapi ancaman krisis energi dan pangan global.

"Indonesia sebagai salah satu kekuatan kunci di kawasan memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menavigasi arah ASEAN di tengah situasi geopolitik saat ini," ungkapnya.

Ia menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap isu pangan dan energi sejak awal pemerintahan menjadi modal penting untuk memengaruhi arah kebijakan negara-negara ASEAN.

"Tinggal bagaimana mengelola pengaruh di kawasan," katanya.

Peran Indonesia dalam Ketahanan Kawasan

Syaroni menyebut Indonesia dapat mengambil peran strategis melalui pengamanan stok energi dan pangan bersama di tingkat kawasan ASEAN.

Selain itu, Indonesia juga dinilai dapat mendorong prioritas distribusi pangan dan energi bagi negara-negara ASEAN untuk menjaga stabilitas kawasan saat terjadi gangguan pasokan global.

Penguatan riset bersama guna mencari sumber energi alternatif juga dianggap menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan kawasan secara kolektif.

Dalam KTT ASEAN ke-48 di Filipina, isu ketahanan energi, ketahanan pangan, dan keselamatan warga negara ASEAN menjadi prioritas utama pembahasan para pemimpin kawasan.

Syaroni menilai kesepakatan tersebut menjadi langkah penting untuk menunjukkan sikap kolektif negara-negara ASEAN dalam menghadapi dampak konflik global.

"Negara di ASEAN menyadari bahwa konflik di Timur Tengah memiliki dampak terhadap instabilitas kawasan dan global," ujarnya.

Tantangan ASEAN Menyatukan Kepentingan

Kesepakatan ASEAN untuk memperkuat persediaan energi dan pangan dinilai penting di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional.

Tingginya kesadaran negara-negara Asia Tenggara terhadap ancaman krisis energi dan pangan global menjadi alasan isu tersebut diangkat secara khusus dalam komunike bersama ASEAN.

Syaroni menyebut gangguan pasokan energi dan pupuk memiliki hubungan langsung terhadap ketahanan pangan kawasan sehingga memerlukan langkah bersama antarnegara anggota.

Menurutnya, kerja sama ASEAN selama ini masih lebih banyak bersifat bilateral dan belum banyak menghasilkan inisiatif kolektif tingkat kawasan.

"Konflik di Timur Tengah menjadi pelajaran bahwa ketahanan kawasan sangat ditentukan oleh kolektivitas dan soliditas negara-negara anggota ASEAN," katanya.

Ia menilai tantangan terbesar ASEAN dalam memperkuat cadangan energi dan pangan kawasan adalah menyatukan visi negara-negara anggota yang memiliki kepentingan berbeda.

Pengaruh besar Amerika Serikat dan China juga dinilai turut memengaruhi perbedaan sikap politik negara-negara ASEAN dalam menentukan arah kebijakan kawasan.

"Pengaruh AS dan China yang begitu dominan memiliki kontribusi bagi perbedaan sikap negara-negara ASEAN. Saya kira memilih salah satu pihak adalah isu krusial di ASEAN karena politik luar negeri masing-masing negara berbeda," ujar Syaroni.

Penulis :
Ahmad Yusuf