
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang 10 blok minyak dan gas bumi (migas) baru yang tersebar di wilayah Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Sumatera dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) pekan depan.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pengumuman resmi lelang blok migas tersebut akan dilakukan dalam agenda tahunan industri migas itu.
"Ya, sekitar 10 (blok migas). Ada yang di wilayah Sulawesi, wilayah Kalimantan, wilayah Papua, ada yang di Sumatera," ungkap Laode.
Laode menambahkan pengumuman akan disampaikan langsung saat pelaksanaan IPA Convex.
"Nanti kami akan mengumumkan pada saat IPA sebentar lagi. Minggu depan kan IPA annual conference. Kami nanti akan umumkan di sana," ujarnya.
Pemerintah Siapkan Area Migas Siap Investasi
Pada Februari 2026, Kementerian ESDM telah mengumumkan 10 area potensi blok migas baru yang selesai melalui tahap studi mendalam.
Sepuluh area tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi migas yang telah dipetakan pemerintah hingga Februari 2026.
Studi dilakukan oleh Badan Geologi dan LEMIGAS untuk meningkatkan kualitas data wilayah kerja migas agar lebih siap ditawarkan kepada investor.
Adapun 10 area potensi migas tersebut meliputi Rupat, Puri, Karapan Baru, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, South Matindok, Lao-Lao, Rombebai, serta Northern Papua/Jayapura.
Pemerintah menyatakan terus berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru.
Kemudahan yang diberikan pemerintah di antaranya split KKKS hingga 50 persen dari sebelumnya hanya 15–30 persen.
Selain itu, pemerintah juga menawarkan fleksibilitas jenis kontrak migas berupa pilihan kontrak cost recovery maupun gross split.
Pemerintah turut memberikan insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi serta pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.
Pemerintah Targetkan Blok Tuna Produksi pada 2028
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut proses engineering, procurement, and construction (EPC) untuk pengelolaan Blok Tuna akan segera dimulai.
Pemerintah menargetkan Blok Tuna mulai berproduksi pada 2028 atau paling lambat 2029.
"Dari Harbour Inggris, itu sudah melepas sebagian sahamnya untuk ke perusahaan nasional. Saya pikir itu sebentar lagi udah EPC sudah jalan. Kami targetkan untuk bisa melakukan percepatan produksinya di 2028, paling lambat 2029," kata Bahlil.
- Penulis :
- Leon Weldrick





