
Pantau - Sejumlah maskapai penerbangan China resmi menaikkan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge untuk penerbangan domestik mulai 16 Mei 2026 di tengah penyesuaian tarif operasional maskapai.
Maskapai yang menerapkan kebijakan tersebut antara lain Air China, China Southern Airlines, dan Xiamen Airlines.
Untuk penerbangan domestik dengan jarak hingga 800 kilometer, biaya tambahan bahan bakar naik menjadi 90 yuan atau sekitar Rp231 ribu per segmen penerbangan.
Sementara itu, penerbangan dengan jarak di atas 800 kilometer dikenakan biaya tambahan sebesar 170 yuan atau sekitar Rp438 ribu per segmen.
Tarif Baru Berlaku Mulai 16 Mei
Kebijakan tarif baru tersebut berlaku untuk tiket yang dibeli mulai 16 Mei 2026.
Maskapai menyebut tiket yang dibeli sebelum 15 Mei tidak akan mengikuti standar biaya terbaru meskipun terdapat perubahan jadwal setelah tanggal tersebut.
“Saat ini, maskapai China mengenakan biaya tambahan bahan bakar sebesar 60 yuan untuk rute domestik sejauh 800 kilometer atau kurang, dan 120 yuan untuk rute yang melebihi 800 kilometer,” demikian laporan ANTARA mengutip Xinhua, Jumat.
Kenaikan Tarif Tambah Beban Penumpang
Kenaikan fuel surcharge ini membuat biaya perjalanan domestik di China ikut meningkat, terutama untuk rute jarak jauh.
Langkah tersebut dilakukan di tengah dinamika harga energi global dan meningkatnya biaya operasional penerbangan dalam beberapa bulan terakhir.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan





