
Pantau - Kapal-kapal China mulai melintasi Selat Hormuz di bawah “protokol pengelolaan” Iran setelah ketegangan kawasan membuat jalur maritim strategis tersebut sempat tertutup bagi sebagian besar kapal internasional.
Laporan kantor berita Fars yang dikutip Kamis menyebut kapal-kapal China diizinkan melintas setelah mematuhi aturan pelayaran yang ditetapkan Iran.
Fasilitas pelayaran itu disebut terjadi berkat hubungan strategis antara China dan Iran serta komunikasi intensif diplomat kedua negara.
Iran Kawal Pelayaran Kapal China
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan sedikitnya 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Rabu malam di bawah pengawasan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Data dari platform pelacakan kapal Marine Traffic juga menunjukkan sedikitnya empat kapal terkait China melintasi jalur pelayaran aman milik Iran dalam 24 jam terakhir.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur laut paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak dan gas global.
Jalur tersebut mengalami gangguan besar sejak konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pecah pada Februari lalu.
Gencatan Senjata Belum Hasilkan Kesepakatan Permanen
Ketegangan kawasan sempat memicu penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada arus energi dan logistik internasional.
Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan.
Namun, perundingan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu.
Sebelumnya, India juga menegaskan jalur pelayaran tanpa hambatan di Selat Hormuz sangat penting bagi stabilitas ekonomi global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





