
Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menggaungkan kampanye “Run From Scam” atau lari dari penipuan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap tautan palsu hingga aplikasi APK berbahaya.
Kampanye tersebut mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital yang dirancang mencuri uang, data pribadi, maupun akses akun digital.
Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Christoveny mengatakan perkembangan digitalisasi selain memberikan kemudahan transaksi juga meningkatkan risiko kejahatan digital.
Modus penipuan yang perlu diwaspadai antara lain tautan palsu, aplikasi APK berisi malware, impersonasi, social engineering, hingga permintaan transfer dana atau data pribadi dari pihak tidak dikenal.
“Kalau ada telepon, pesan, atau permintaan transfer yang mencurigakan, lakukan check and recheck. Harus benar-benar diverifikasi terlebih dahulu. Kalau ragu, setop dulu, jangan terburu-buru,” kata Christoveny.
Edukasi Digelar di Purwokerto Half Marathon 2026
Edukasi tersebut disampaikan dalam ajang Purwokerto Half Marathon 2026 di Purwokerto, Jawa Tengah.
Bank Indonesia menyebut edukasi tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih cerdas secara finansial dan memiliki kesadaran terhadap ancaman kejahatan digital.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi secara digital.
BI Ajak Masyarakat Waspada Penipuan Digital
Christoveny mengatakan masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk melindungi data dan akun digital di tengah meningkatnya aktivitas transaksi elektronik.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik dan jasmani, tetapi juga sehat secara finansial dan aman secara digital. Mari lari dari penipuan, Run From Scam,” ujar Christoveny.
- Penulis :
- Gerry Eka





