
Pantau - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai investasi di sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan atau manufaktur perlu diprioritaskan guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja nasional.
Bhima mengatakan pemerintah tidak hanya perlu mengejar nilai investasi, tetapi juga memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan lapangan kerja secara optimal.
“Idealnya bisa mencapai 1:4.500 atau setiap Rp1 triliun investasi langsung mampu menyerap 4.500 orang tenaga kerja. Investasi padat karya di sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan yang harus jadi prioritas,” katanya di Jakarta, Senin.
Menurut Bhima, investasi padat karya dinilai lebih efektif dalam memperluas kesempatan kerja di tengah target investasi nasional yang terus meningkat.
Kepercayaan Investor Dinilai Jadi Faktor Penting
Bhima juga menyoroti pentingnya penguatan kepercayaan investor melalui perbaikan tata kelola ekonomi dan kepastian hukum.
Ia menyebut aspek kepercayaan menjadi faktor utama dalam menjaga minat investasi, terutama ketika pelaku usaha global menaruh perhatian besar terhadap kepastian regulasi di Indonesia.
Selain itu, Celios menilai pemerintah perlu memastikan investasi yang masuk memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja baru.
Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan investasi menjadi salah satu faktor utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
“Investasi memainkan peran yang sangat signifikan, berkontribusi sekitar 1,79 persen dari pertumbuhan ekonomi 5,61 persen,” ujar Rosan dalam acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat (8/5).
Rosan menyebut kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kini meningkat menjadi sekitar 31-32 persen dibanding sebelumnya yang berada pada kisaran 27-28 persen.
Pemerintah menetapkan target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026.
Pada triwulan I 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Capaian tersebut juga disebut berhasil menyerap sebanyak 706.569 tenaga kerja.
- Penulis :
- Aditya Yohan





