HOME  ⁄  Ekonomi

Pemda DIY Siapkan 20 Gerobak Kopi Keliling untuk Perkuat Promosi dan Pemasaran Kopi Lokal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemda DIY Siapkan 20 Gerobak Kopi Keliling untuk Perkuat Promosi dan Pemasaran Kopi Lokal
Foto: (Sumber :Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya saat panen kopi di lereng Merapi, Cangkringan, Sleman. ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman (HO).)

Pantau - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan bantuan 20 unit gerobak kopi roda dua keliling atau Kopi Darling guna mendukung promosi sekaligus pemasaran produk kopi lokal di wilayah penghasil kopi.

Bantuan Disalurkan Bertahap ke Tiga Kabupaten

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bantuan tersebut dikoordinasikan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY dan akan disalurkan kepada Kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman.

“Ini kami rencanakan ada 20 unit, sementara 10 unit akan kami bagikan ke tiga kabupaten, Bantul tidak masuk karena memang belum memiliki produk kopi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, yakni 10 unit pada Juli 2026 dan 10 unit lainnya pada Agustus 2026.

“Juli ini ada 10 unit, kemudian Agustus nanti ada 10 unit lagi,” ujarnya.

Menurut Made, Kopi Darling menggunakan sepeda motor yang dilengkapi berbagai peralatan penyeduhan kopi sehingga dapat berfungsi layaknya kedai kopi berjalan.

“Jadi ada grinder kopinya, pokoknya seperti peralatan yang biasa digunakan barista,” katanya.

Dorong Branding Kopi Lokal

Made berharap bantuan tersebut mampu memperkuat pemasaran produk kopi lokal sekaligus meningkatkan nilai jual, branding, dan perekonomian daerah penghasil kopi di DIY.

“Harapan kami, produk kopi lokal semakin dikenal masyarakat, nanti kopinya bisa diracik langsung dengan peralatan yang ada di sepeda motor tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh gerobak Kopi Darling dimanfaatkan untuk mempromosikan kopi asli daerah, bukan kopi instan maupun kopi saset.

“Kalau membuat kopi, gunakan produk kopi lokal, bukan kopi instan atau saset, karena kualitas kopi kita tidak kalah enak,” katanya.

Program Kopi Darling diharapkan menjadi sarana promosi yang memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing kopi lokal dari DIY.

Penulis :
Ahmad Yusuf